Alasan Paling Akurat Biar Belanja di Toko Online Jadi Semakin Hemat

Terakhir kali membeli di toko online adalah sekitar 3 minggu lalu, waktu itu beli VR Box untuk jagoan saya yang besar, si Kaka, kami biasa memanggilnya.

Awalnya ragu-ragu dengan banyaknya tawaran harga yang ada, rata-rata menjualnya di atas 150 ribu. Beberapa penjual atau pelapak online, menawarkan harga yang jauh lebih murah, 65 ribu( BUSYET), tapi ketika diteliti lagi ulasan dari para pembeli atas barang terbeli, niat saya jadi batal untuk membeli di lapak itu.

Bosan dan tidak sabaran membuat saya hampir memutuskan untuk membeli VR Box dari seorang pelapak seharga 152 ribu rupiah, ditambah ongkir.

Akhirnya dengan sedikit bersabar dan mata yang lelah, saya temui seorang pelapak yang kasih harga tidak terlalu murah tapi juga tidak terlalu mahal. VR BOX yang biasa dijual 150 ribu di lapak lain dijual seharga 92 ribu, plus ongkir. Soal kualitas barang, saya coba cek 4 ulasan bintang 5 pada bagian ulasan dan ternyata saya menjumpai 5 testimoni yang menyejukkan hati.

OK, Deal.  Ditambah ongkir maka uang yang saya keluarkan lebih kecil dari harga jika saya tidak sabaran. Lumayan bisa berhemat 50 ribu, hmmm bisa buat beli 2Kg Jeruk Medan kualitas super.

Dua hari kemudian barang tiba, kualitas mantap, tidak ada bagian yang kurang atau rusak, serta berfungsi dengan baik.

Satu pelajaran penting kenapa harga di toko online begitu sangat variatif, dengan rentang harga yang cukup besar.

Bahkan untuk satu jenis barang dengan kualitas yang sama, kita bisa dapatkan harga yang paling mahal hingga 5 kali lipat dari harga termurah.

Setelah hampir 4 tahun berbelanja online, beberapa alasan penyebab harga yang variatif berhasil saya identifikasi, anda penasaran apa saja itu? Baca saja terus……

  1. Tidak ada aturan atau standar harga yang diberikan oleh toko online kepada para penjual atau pemilik lapak atas barang yang ditawarkan.
  2. Hilangnya biaya siluman yang selama ini muncul akibat dari menempati sebuah toko atau lapak fisik, membuat penjual mendapatkan untung meskipun harga sudah diturunkan jauh dari biasanya.
  3. Tingginya perbedaan antara harga di toko online dengan offline sehingga berapapun harga yang ditawarkan di toko online asalkan lebih murah sedikit dari toko offline maka hal tersebut dianggap sudah bagus.
  4. Adalah tabu jika menjual barang di toko online dengan harga yang sama atau lebih mahal dari toko offline. Secara psikologis, orang langsung tidak tertarik dengan pelapak di toko online yang menjual barang yang sama seperti di toko offline.

Calon pembeli tidak akan kembali berkunjung ke toko yang sama bahkan meski hanya untuk sekedar melihat-lihat, mereka seperti mengalami trauma buruk. Amit-amit katanya….. hahahaha, biasanya ibu-ibu tuh yang ngomel seperti itu.

  1. Para penjual atau pelapak biasanya tidak saling bertemu secara langsung dan mereka pun tidak saling mengenal.  Mereka tidak tergabung dalam semacam asosiasi pendagang online, jadinya mereka tidak peduli dengan sesama penjual lainnya. Bagi mereka tujuan utama adalah mendapatkan untung sebesar-besarnya.

Dari lima analisa di atas maka kita sebagai pembeli dapat memanfaatkan peluang yang ada:

Pertama; Kita mesti bersabar dalam mencari penjual dengan harga yang murah, jangan terpaku pada satu atau dua penjual saja, carilah daftar penjual sampai 5 halaman toko online, yakin pasti ketemu barang dengan harga bagus.

Kedua; Bacalah ulasan para pembeli atas sebuah barang yang dijual..

Ketiga; Jangan mudah putus asa, sama saja ketika belanja di Pusat Grosir, anda harus berkeliling mencari. Kalau di toko online mata dan jari anda yang mesti tahan pegal-pegal.

Keempat; Pastikan anda mengetahui harga di toko offlinenya sebagai perbandingan.

Kelima; Coba lakukan chat dengan penjual, pastikan barangnya anda beli tidak salah, perhatikan apakah penjualnya ramah dan responnya cepat. Biasanya penjual yang ramah dan cepat tanggap, maka barang dagangannya pasti bagus.

Semoga berguna

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share