Saatnya Anda Mewaspadai Ulasan atau Review Online

Review atau ulasan atas sebuah barang atau produk kini mulai disadari sebagai kunci sukses tidaknya sebuah produk dalam menarik minat konsumen. Ketika berbelanja secara online, review produk menjadi pengganti kehadiran sang pembeli di lokasi toko, ulasan online membuat pembeli seolah-olah berhadapan langsung dengan produk yang diminati. Benar atau tidaknya review online begitu kuat pengaruhnya kepada calon pembeli untuk memutuskan membeli atau tidak sebuah produk.

Seorang teman, pemilik lapak di sebuah toko online, pernah berkata kepada saya bahwa ulasan yang pernah saya berikan ketika membeli barang yang dijualnya, ternyata mendatangkan efek yang luar biasa kepada dagangannya.

Terus terang, barang yang saya beli kualitasnya biasa-biasa saja, banyak penjual yang menjual barang yang sama bahkan ada yang dihargai lebih murah, tetapi ada hal lain yang membuatnya terasa lebih istimewa, ya ulasannya.

Karena penjualnya adalah teman saya sendiri maka saya tidak sungkan-sungkan memberikan ulasan yang bombastis, memberikan bintang 5 dengan ditambahkan kata-kata pujian setinggi langit, ia pun langsung memberikan ucapan terima kasih karena efek wooww dari ulasan saya itu memberikan daya tarik besar kepada pelanggan lainnya.

Setelah itu saya pun bertanya sendiri, apakah ulasan online itu benar-benar seperti apa adanya? Ataukah cuma sebuah ulasan palsu untuk sekedar menarik minat?

“Haruskah saya memercayai ulasan online?”

Saat akan membeli sebuah produk maka acuan yang kita lihat selain spesifikasi tentu adalah ulasan, kita selalu melihat ulasan berbintang 5, dengan kata-kata yang super bombastis.
Saya pernah membuat ulasan bombastis tapi rasanya saya kalah dengan beberapa pungulas yang super bombastis.

Banyangkan sebuah Headset Earbud diibaratkan sebagai karunia Tuhan, belum lagi seorang pengulasa tanpa nama sampai bersumpah-sumpah bahwa cream untuk kecantikan kulit yang ia beli secara online telah membuatnya menjadi lebih mudah seperti ketika usianya masih belasan….

Itulah sebabnya kenapa ulasan produk yang tidak sesuai kenyataan, kini sedang mewabah dan menjamur.

Beberapa artikel di internet yang saya baca mengatakan bahwa anda tidak boleh mempercayai ulasan online. Alasannya cukup masuk akal, ada sebuah website Fakespot
Menurut Saoud Khalifah, pendiri dan CEO Fakespot, sebuah situs yang mengevaluasi ulasan atau review pada sebuah produk toko online berbahasa inggris, seperti amazon.
Khalifah mengatakan banyak ulasan produk tidak sesuai dengan kenyataannya – dan dia memiliki data untuk membuktikannya.

” Sebuah perusahaan terus-menerus memberikankan ulasan yang positif tentang produk mereka sendiri dan menjelek-jelekan produk saingan mereka dengan ulasan negatif,” katanya. Akibatnya, banyak peringkat yang Anda baca secara online tidak bisa dipercaya. Menurut Khalifah, sekitar 70 persen ulasan di Amazon tidak benar.

Mengapa Anda tidak harus mempercayai ulasan online?

Mencoba menjawab pertanyaan, “Haruskah kita memercayai ulasan online?” Fakespot menganalisa ratusan ribu ulasan produk, mencari tanda-tanda ulasan dan rating yang dibuat oleh seseorang yang bukan pelanggan.

Hal yang dicek oleh Fakesport adalah terkait dengan pola pembelian, tata dan gaya bahasa, dan tanggal untuk menetapkan setiap ulasan nilai dari A ke F.
Selain fakesport kita juga dapat membaca secara lengkap ulasan disitus terkait atau memasang extension Chrome yang memberi tahu kita tentang ulasan palsu.

Kapan kita seharusnya tidak mempercayai ulasan online?

Jadi sebelum anda tandai oleh fakespot maka kemungkinan besar ulasan yang dibuat tidak sesuai kenyataan.

Menurut Khalifah dan timnya, ketika Fakespot menandai sebuah ulasan di Amazon terkadang dengan cepat pihak amazon segera memperbaiki peringkat dan merevisi halaman. Sehingga setelah itu skor atau ulasan yang ada terkait produk tersebut menjadi lebih realistis dari kondisi sebelumnya.

Jangan cepat termakan ulasan, coba untuk melakukan cross cek

Fakespot menganalisis peringkat dari Amazon, TripAdvisor, Yelp, dan Walmart untuk menentukan tinjauan produk mana yang tidak nyata. Dan sementara masing-masing platform mencoba yang terbaik untuk memerangi tinjauan palsu, hampir tidak mungkin untuk mengelolanya secara real time.

Menurut Khalifah “Penjual yang menggunakan ulasan palsu untuk menipu konsumen selalu selangkah lebih maju dari platform ini,”.

Sebagian dari masalahnya adalah ulasan palsu itu datang dalam berbagai bentuk, dari penjual yang membuat banyak akun untuk membuat banyak ulasan palsu dalam satu hari, hingga menyewa pengulas bayaran yang bukan pembeli sebenarnya.

Sumber: forbes.com

Share

Share