Pengalaman Mengupgrade Komputer

pengalaman upgrade kompWalau hanya sekedar membantu teman mengupgrade komputer PC miliknya namun seru juga rasanya, serasa mengupgrade PC sendiri. Setelah menerima bonus tahunan dari kantor, teman tersebut mengalokasikan dana sekitar 5 juta untuk mengupgrade PC miliknya dan dana 5 juta itu hanya untuk mengganti VGA dan power supply.

Penasaran seperti apa VGA dan Power supply yang diupgrade, baca terus artikel ini.

5 Juta untuk upgrade? Ya 5 juta hanya untuk ganti VGA card dan Power supply, harga segitu harusnya sudah bisa buat PC baru. Teman itu seorang gamers sejati meski sudah tidak maniak lagi, namun menurut saya dengan menghabiskan dana sebesar itu cukup membuat geleng-geleng kepala.

Alasannya me-upgrade menurut saya yang bukan pencinta game PC, cukup membingungkan. Saat memainkan game Grand Theft Auto V atau GTA 5, gambar tampilan latar belakang terlihat pecah-pecah, meski permainan itu sendiri masih lancar untuk dimainkan namun tetap saja tampilan latar belakang yang pecah-pecah itu terasa begitu menganggu mata.

Penyebab pecah-pecahnya latar belakang di GTA5 adalah kapasitas VGA Card yang tidak mendukung lagi dan perlu untuk diganti dengan yang lebih tinggi spesifikasinya. Ya begitulah, tidak perlu dibahas lagi soal tampilan latar belakang itu, yang pasti alasan upgradenya sudah jelas, sang pemain atau pemilik PC sudah tidak betah lagi dengan tampilan latar belakang game favoritnya itu.

Untuk diketahui spek PC game-nya adalah sebagai berikut :

Procie: Phenom II X2 555+ 3.2 Ghz Cache 2×512 KB (BOX) Black Edition

Mobo: Biostar

VGA: His Radeon HD 5770 1 GB 128 Bit DDR3

PSU (power supply unit ) : Amacrox 500W

RAM: 8 GB

HDD : 2 TB

Casing CPU: AZZA Sparta type lama, PSU di atas.

Sesuai dengan rencana, VGA-nya akan diupgrade dengan type VGA yang sejenis, yaitu yang keluaran atau buatan AMD Radeon. VGA yang bakalan dibeli typenya adalah Radeon R9 280X atau Radeon R9 285. Setelah browsing sana sini mencari perbandingan harga diputuskan untuk menggunakan merk Power Color.

Alasan utama dipilihnya VGA merk Power Color adalah karena harganya yang murah. Sebagai perbandingan type Power Color R9 280X harganya adalah sekitar Rp 2,5 Juta sedangkan merk lain dengan type yang sama harganya di atas Rp 3 juta. Mengapa VGA Power Color harganya murah? Jawabannya ada di bawah.

Ketika terjadi perubahan pada VGA card maka konsumsi daya listrik pun akan berubah, VGA baru yang akan digunakan memakan daya listrik sebanyak 500 watt pada saat beban maksimum. Dalam kondisi standby daya listrik yang digunakan adalah sebanyak 300 Watt.

Makin tinggi spesifikasi VGA biasanya makin besar kebutuhan daya listriknya, oleh karena itu power supply unitnya pun harus diganti sesuai dengan konsumsi daya listriknya. Jika tidak dilakukan upgrade power supply maka siap-siap saja komputer tidak akan menyala.

Inilah alasan mengapa ketika mengganti atau mengupgrade VGA card maka Power Supply pun harus dicek ketersedian daya listriknya, jika perlu ganti dengan kapasitas daya yang lebih besar dan sesuai dengan kebutuhan.

Untuk power supply direncanakan menggunakan merk Seasonic yang type Gold, pengaturan kabelnya menggunakan sistem modular, kapasitas daya 750 Watt. Tanpa menanyakan via telpon terlebih dahulu soal ketersediaan barang yang akan dibeli maka kami langsung meluncur ke lokasi toko komputer di kawasan Mangga Dua Mall.

Setiba di toko yang dituju ternyata VGA yang tersedia adalah Power Color Radeon R9 285 2 GB 256 Bit DDR5 dan power supply yang diinginkan tidak tersedia. PSU yang tersedia hanya Seasonic S12G-750 750W Gold, non Modular.pengalaman upgrade komp3

Secara spesifikasi, VGA sudah terpenuhi. Untuk Power supply, tidak masalah jika bukan modular yang penting kapasitas dayanya sesuai dengan kebutuhan.

Setelah memantapkan dan memastikan pesanan, kami di suruh menunggu. Beberapa saat kemudian muncul khabar dari penjaga toko bahwa harga VGA naik sekitar Rp300 ribu dari harga semula, dari Rp 2,5 jt jadi Rp 2,8 jt. Harga Power Supply Seasonic S12G-750 750W Gold, non Modular yang Rp 1,5 naik 15 ribu rupiah. Selain itu kami juga memesan 1 Fan tambahan ukuran 12 cm dan juga pasta processor Arctic Cooling MX2 (8 Gram) seharga 122 ribu rupiah.pengalaman upgrade komp4

20 menit kemudian semua barang sudah tersedia, setelah dicek sebentar kami langsung pulang, kembali ke kantor . Sepanjang jalan kami membahas soal perbedaan harga yang begitu mencolok antara VGA Power Color dengan merk lainnya bahkan merk local sekalipun. Setiba di kantor, langsung dilakukan pemasangan, ini adalah tugas saya.

Pertama, yang diganti terlebih dahulu adalah power supply dan kemudian barulah VGA card. Setelah pemasangan dan mencoba beberapa game ,termasuk GTA V, teman tersebut sangat puas dengan penampilan dari VGA Power Color Radeon R9 285 2 GB 256 Bit DDR5, harganya murah, kemampuan tidak murahan.

Bagaimana dengan VGA lamanya, His Radeon HD 5770 1 GB 128 Bit DDR3, teman tersebut menawarkan seharga 300 ribu namun setalah tawar menawar dan dipotong jasa konsultasi dan instalasi akhirnya disepakati harganya menjadi 130 ribu, hahaha lumayan kan… si kecil di rumah pasti makin betah aja main game transformer dengan VGA His Radeon HD 5770.

Setelah membawa pulang dan mencobanya di rumah, keesokan hari muncul keluhan dari si teman bahwa suhu tempature CPU naik sampai 80 derajat Celsius saat full load. Saat dikantor suhunya tidak sampai segitu, ternyata suhu ruangan di rumah teman cukup tinggi karena ruangan komputer sempit dan tidak ber-AC.

Sedangkan saat dicoba di kantor suhu ruangan kantor sangat dingin sekitar 20 derajat celcius. Setelah mencari tahu ke sana ke mari ternyata bahwa kelemahan dari VGA Power Color adalah efek suhu panas yang ditimbulkan cukup tinggi dan itu yang membuat harganya lebih murah dibanding merk lain, kurang lebih seperti itu.

Menanggapi keluhan teman, saya menyarankan beberapa solusi untuk menurunkan suhu antara lain:

  1. Menambahkan fan pada casing
  2. Menyiapkan kipas angin kecil dekat dengan CPU komputer
  3. Mengganti HSF atau Heat Sink Fan Processor
  4. Membuka tutup casing bagian samping selama menyalakan komputer

Dua hari berlalu dan tidak ada tanggapan dari teman itu, namun di hari ketiga dia menyetujui saran saya yang ketiga yaitu mengganti HSF Processor. Hal ini didukung oleh testimoni beberapa rekannya sesama gamer yang mengganti HSF bawaan processor dengan yang lebih bagus dan hasilnya begitu efektif menurunkan suhu.

pengalaman upgrade komp2Kemudian diputuskan untuk mengorder HSF type Air Cooling, Cooler Master Hyper 212X seharga 500 ribu rupiah dari Bhineka.com, untungnya teman tersebut memiliki voucer sehingga harganya menjadi 450 ribu. Setelah barang tiba langsung dilakukan pemasangan di kantor. Hasilnya, suhu processor saat idle sekitar 30 derajat dan saat full load tidak lebih dari 50 derajat. Kondisi ini didapat saat di kantor yang suhu ruangannya sangat dingin.

Bagaimana saat dinyalakan di rumah? Setelah tiba di rumah dan mencoba beberapa game teman tersebut mengabarkan bahwa suhu saat Idle adalah 40 derajat, sama seperti saat menggunakan HSF bawaan processor.

Namun saat full load menggunakan Cooler Master Hyper 212X ,suhu maksimumnya adalah 60 derajat. Dengan menggunakan HSF bawaan, suhu rata-ratanya 70 derajat dan sering mencapai puncak di 80 derajat. Misi selesai, project close.

Apa pelajaran yang bisa didapat dari pengalaman mengupgrade PC teman tersebut.

Pertama, Persiapkan cadangan barang yang mau dibeli jika barang utama yang mau dibeli tidak tersedia.

Kedua, Pertimbangkan dampak dari meng-upgrade satu komponen terhadap performa keseluruhan sistem. Misalnya saat kita mengupgrade VGA maka cek kebutuhan daya listrik dan kemampuan Power supply. Demikian juga dengan dengan sistem pendinginnya.

Ketiga, Siapkan dana lebih untuk mengantisipasi kenaikan harga yang mendadak dan kebutuhan yang sifatnya mendesak.

Keempat, Diskusikan dengan teman-teman tentang apa yang kita rencanakan, namun keputusan tetap di tangan anda.

Kelima, Batalkan rencana upgrade jika alokasi dana jauh melebihi ekspektasi anda. Biasanya orang yang sudah terobsesi akan melakukan apa saja untuk mendapatkan yang diinginkannya tanpa mempertimbangkan tingkat kebutuhannya.

Pastikan anda bisa mengontrol keinginan anda dengan membedakan mana kebutuhan, mana keinginan. Jika mengikuti keinganan maka berapa dana anda belum tentu tercukupi, terutama yang terkait dengan dunia komputer dan game.

Share
Latest Comments
  1. antarez May 26, 2015
  2. norisanto May 27, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share