Apa Saja Penilaian Untuk Menentukan Prestasi Seorang Karyawan

Seorang karyawan itu cenderung tidak pernah memikirkan kembali apa yang terkait dengan penilaian kinerja mereka oleh atasan, mereka lebih peduli dengan nilai akhir penilaian yang berpengaruh kepada kenaikan gaji yang bakal diterima.apa-saja-penilaian-untuk-menentukan-prestasi-seorang-karyawan

Seorang karyawan yang dengan keyakinan tinggi, merasa layak untuk dapat promosi, naik gaji tinggi dan bonus besar namun dalam kenyataannya berbeda, seharusnya melihat kembali prestasi mereka secara keseluruhan tidak hanya terfokus pada satu poin atau satu faktor penilaian saja.

Sebenarnya ada banyak faktor atau poin-poin penting yang dinilai dari seorang karyawan yang kemudian dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen untuk memberikan promosi jabatan, kenaikan gaji dan bonus tahunan.

Berikut adalah poin-poin penting yang biasa dinilai untuk menentukan kinerja dan performa seorang karyawan:

A. KOMPETENSI
1 Pengetahuan dan pemahaman atas tugas yang diberikan
2 Cara dalam mengerjakan tugas baik itu dalam hal analisis dan teknikal

B. KEPRIBADIAN
1 Kerjasama dengan team, dengan atasan dan atau rekan kerja
2 Disiplin terhadap peraturan, waktu, dan penugasan yang diberikan
3 Inisiatif dan semangat dalam mengerjakan tugas

C. KUANTITAS HASIL
1 Kesesuaian jumlah hasil kerja dengan target (kuantitas hasil kerja)

D. KUALITAS HASIL
1 Akurasi hasil kerja dan kesesuaian dengan standar (kualitas hasil kerja)

Jadi penilaian itu tidak bergantung pada satu hal saja, misalnya inisiatif dan semangat yang tinggi tapi akurasi kerja kita kurang bagus maka secara keseluruhan kinerja kita bisa dianggap kurang bagus atau cuma rata-rata saja.

Sudah sering terjadi bahwa ada ketidakpuasan dari para karyawan yang merasa sudah bekerja mati-matian, banting tulang tapi penilaian-nya hanya rata-rata saja.

Jika anda mengalamai penilaian hasil kerja yang menurut anda harusnya bagus tapi justru hasilnya dianggap cuma biasa-biasa saja, maka sebaiknya yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut:

1. Tetap Tenang

Tindakan pertama dan yang terpenting yang harus dilakukan adalah tetap bernapas dan rileks. Kita mungkin merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana, yang harus anda lakukan adalah tetap tenang dan pusatkan perhatian pada apa yang disampaikan oleh atasan anda tanpa harus bersikap defensif.

Buatlah catatan apa saja yang disampaikan oleh atasan anda, tidak perlu langsung membuat sanggahan.

Namun, jika atasan Anda marah atau bersikap tidak profesional, maka kita dapat mencoba untuk mengutarakan fakta dan informasi menyangkut performa kita.

Karyawan disarankan untuk menyampaikan kepada atasan peryataan berikut ini

“Saya menghargai kejujuran Anda, tapi saya pun butuh kritik dan saran yang membangun yang kiranya dapat membantu saya meningkatkan performa dan kinerja saya'”

2. Jangan Bereaksi tapi bertindak

Jika Anda merasa tidak berdaya dan tertangkap basah melakukan tindakan yang dapat membuat penilain kinerja anda jadi berkurang maka anda tidak perlu marah, cobalah luangkan waktu untuk membuat review dan menjawab kritikan.

Anda bisa meminta kesempatan untuk memikirkan hal tersebut; Jelaskan kepada manajer Anda bahwa Anda ingin mengambil satu atau dua hari untuk mengembangkan atau melakasanakan recana anda untuk mengatasi masalah yang terjadi dengan performa anda.

Dengan datang kepada atasan anda maka anda akan mendapatkan dukungan berupa masukan dan saran terkait dengan apa yang harus anda lakukan segera.

3. Ingatlah bahwa sebuah penilaian itu lebih bersifat subyektif

Maksudnya adalah bahwa penilaian atasan itu lebih banyak merupakan berasal dari sudut pandangnya bukan karena perfoma kita.

Jadi tidak perlu berkecil hati jika penilaian yang diberikan kepada anda hanya rata-rata saja karena sebenarnya kinerja kita jauh lebih baik dari yang dinilai.

Anda dapat membantah beberapa hal yang tidak sesuai. Lakukan sanggahan dengan cara yang sopan, jujur dan apa adanya.

Katakan kepada atasan anda bahwa ada beberapa hal yang menurut anda tidak seperti yang dinilai dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dengan melakukan ini maka kita akan memberikan penjelasan dan gambaran seperti apa dan bagaimana situasinya dari sudut pandang kita, bukan dari sudut pandang atau perpektif si bos.

4. Belajar dari kesalahan

Ketika Anda mendapatkan tugas baru maka anda akan merasa cemas tentang penilaian kinerja anda, apakah nanti memuaskan atau tidak.

Daripada terus memikirkan soal penilaian maka lebih baik mencegah hal tersebut dengan melakukan hal-hal berikut ini:
– Lakukan review terhadap kerja anda
– Diskusikan dengan atasan atau rekan kerja yang lain, belajarlah dari pengalaman mereka
– Segera mulailah menyelesaikan tugas anda sejak hari pertama anda diberikan tugas

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share