Bagaimana Kita Membangun Sebuah Kepribadian Yang Selalu Dikenang Orang

Waktu itu saya sempat sehari tidak masuk kantor, alasannya adalah karena sakit. Ketika esoknya kembali ke kantor, seorang teman bertanya sakit apa memangnya.Bagaimana Kita Membangun Sebuah Kepribadian Yang Selalu Dikenang Orang

Saya cuma memjawab bahwa saya tidak sakit, hanya lagi  ada urusan keluarga. Teman tersebut lalu berkomentar bahwa rasanya aneh kalau saya sampai tidak masuk cuma karena alasan sakit, karena selama berada di kantor yang sama dalam waktu 5 tahun lebih mereka tidak pernah menjumpai saya tidak masuk kantor karena alasan sakit.

Penyakit seperti flu dan pilek bukan alasan untuk tidak masuk kantor, bahkan saya pernah dalam satu tahun selalu masuk kantor, tidak pernah absen bekerja.

Dalam pikiran teman-teman kantor, saya adalah karyawan yang paling tangguh, sakit flu dan radang itu hanyalah masalah kecil, cutipun hampir tidak pernah, dedikasi dan loyalitas kepada perusahaan adalah yang utama( hahaha ).

Tanpa sadar ternyata saya sudah membentuk brand kepribadian saya di mata teman-teman saya, mereka mengenal saya sebagai pribadi yang loyal, penuh dedikasi, orang yang menganggap masalah kecil bukan alasan untuk menghindari tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Apa saja usaha yang sudah saya lakukan untuk membentuk brand pribadi seperti itu:

1.    Selalu konsisten
Konsisten menjalankan atau melakukan kebiasaan kita dalam keadaan apapun dan situasi apapun. Dalam membuat brand kepribadian atau brand produk bisnis, konsistensi adalah yang utama.

Sama halnya seperti bisnis waralaba, semua gerai atau cabang harus konsisten menawarkan dan memberikan produk dan layanan yang sama kualitasnya tanpa kecuali.

Setiap tindakan atau hal yang tampak dari kita yang selalu konsisten kita lakukan merupakan brand dari diri kita di mata orang lain.

2.    Perkenalkan brand anda kepada orang lain
Tidak perlu malu-malu untuk menyatakan bahwa inilah diri kita, seperti inilah saya, orang yang selalu masuk dan datang ke kantor untuk memberikan kontribusi walaupun tidak selalu mendapatkan reward yang sepadan, walaupun tidak dianggap oleh atasan.

Bagi saya reward adalah nomor dua,  dengan brand yang sudah terbentuk suatu saat kita akan dihargai, mungkin bukan di kantor kita bekerja tapi bisa juga di kantor lain atau di bisnis lainnya.

3.    Tunjukkan dengan tindakan nyata bukan cuma dengan omongan kosong belaka
Brand yang kita bentuk atas diri kita merupakan hasil dari tindakan nyata yang kita lakukan, bukan dari angan-angan atau omongan kosong belaka.

4.    Pilih motivasi yang tepat
Motivasi yang keliru akan membuat anda tidak konsisten dan usaha anda untuk membentuk sebuah brand pasti gagal. Motivasi yang paling utama adalah untuk membentuk sebuah brand pribadi yang unik dan baik yang dapat membantu kita untuk terus berbuat kebaikan dan menjadi contoh bagi orang lain.

Motivasi yang keliru contohnya seperti untuk mendapatkan perhatiaan atasan, untuk sekedar dipuji-puji, untuk menjadi karyawan teladan atau untuk menarik perhatian rekan kerja yang kita taksir, hahaha, hanya akan membuat kita mendapatkan penilaian negative, dianggap penjilat, tidak konsisten dan lebih sering dijauhi rekan-rekan.

Kira-kira begitulah cara saya membentuk sebuah brand yang tanpa saya sadar, brand pribadi saya itu sudah mewakili di mata teman-teman dan orang sekitar.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share