Buku Panduan Buat Para Karyawan Yang Baru Pertama Kali Bekerja

Kalau baru pertama kali kerja itu rasanya serba canggung, takut salah, takut dianggap tidak perform, takut diomelin, serba takut, serba khawatir, mau kasih pendapat takut salah, takut dibuli, takut dapat bos yang perfeksionis, takut dipecat dan masih banyak lagi ketakutan dan kegalauan yang timbul saat itu.

Menurut saya, hal tersebut adalah wajar, saya pun pernah mengalaminya bahkan saat itu, dikantor tempat pertama saya bekerja terdapat beberapa rekan kerja yang merupakan teman kuliah yang sudah saya kenal lama, tapi tetap saja segala jenis kekahwatiran di atas muncul terus.

Bagi para karyawan baru yang baru lulus dan baru pertama kali kerja, 3 bulan sampai 6 bulan pertama di lingkungan kantor adalah situasi yang tidak mengenakan, mau berhenti kerja tapi tidak mau nganggur, mau usaha tapi tidak punya ide dan modal.

Saat ini, anda yang mengalami situasi seperti yang saya lukiskan di atas tidak perlu lagi galau, ternyata anda lebih beruntung dari saya waktu itu, sebab saat ini ada seorang penulis muda yang mengisahkan tentang bagaimana kisah pribadinya dalam manghadapi situasi ini.

Ada sebuah buku yang layak anda baca untuk membantu anda melewati situasi awal mula menjadi karyawan.

Buku What Happen at the Office: Ngantor Segan, Nganggur Tak Mau ini memang mengupas pengalaman penulisnya, Rena Widyawinata. Meski masa kerjanya baru tiga tahun, dia sudah ingin berbagi pengalaman kepada para fresh graduates. Plus, mengajak para first jobber untuk bernostalgia!

Ya, boleh jadi, “pengalaman” Rena itu juga dialami banyak orang. Hanya, Rena membagikannya lewat buku ini sebagai tambahan wawasan.

Dibuat dengan gaya bahasa santai, tapi isinya sebetulnya serius, “Ngantor Segan, Nganggur tak Mau” ini memberi banyak tip dan trik kepada para karyawan baru yang baru lulus sekolah atau kuliah dan memutus menjadi “anak kantoran”.

Tentu, bekerja kantoran adalah awal kehidupan baru bagi para fresh graduates. Meski virus entrepreneur sudah menjamur di mana-mana, tak sedikit para freshgrads ini memutuskan bekerja dengan orang lain.

Semua kerap berawal dari “doktrin” betapa asyiknya menerima gaji dan menikmati jerih payah sendiri setiap bulan. Belum lagi urusan punya pakaian bagus, mencicil kendaraan, dan bayangan bisa hangout tiap malam bareng teman-teman kantor. Rasanya, semuanya indah-indah!

Sampai akhirnya, datang ke kantor pagi-pagi menjadi awal dari pengalaman baru sebagai karyawan di sebuah kantor. Waktu serasa berjalan lambat di hari perdana bekerja di kantor, iya kan?

Sebagai first jobber, apakah kamu akan menjadi anak yang mendadak pendiam, sementara kamu sebenarnya sosok yang “rame”? Apakah kamu akan jadi anak yang berubah sok rajin? Bahkan, cari muka atau carmuk?
Satu hal, apakah masuk ke pergaulan baru membikin kamu jadi kikuk untuk membuka obrolan dengan rekan sebelah kamu? Apakah kamu jadi akan jadi pasif bergaul atau malah SKSD alias sok kenal sok dekat? Atau, berusaha ramah ke semua orang?

Buku ini memang perlu dibaca, tapi jangan terlalu serius. Banyak kelucuan dari pengalaman sebagai first jobber yang mungkin juga akan kamu alami.

Yang pasti, apapun pekerjaan dan di kantor apa kamu bekerja, nikmati saja semuanya! Buku ini mengajarkan kamu supaya menjalani semua dengan santai dan bersyukur meskipun mulai menghadapi banyak kesulitan.

Semangat dan bersiaplah membuat takjub diri sendiri ketika kamu berhasil melewati semua kesulitan itu!

Sumber: kompas.com

Share
Latest Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share