Cara Menyiasati Tututan Keinginan Anak

Tidak Cuma dunia komputer yang ada istilah hacker (hacking) tapi juga kehidupan sehari-hari kita bisa di-hack,  untuk apa me-hacking hidup kita, tujuannya untuk menyiasati yang sulit agar jadi lebih gampang.

Banyak hal bisa disiasati dalam hidup, salah satu pengalaman yang akan saya ceritakan dalam artikel ini adalah tentang bagaimana menghadapi dan menyiasati tututan keinginan anak.

Kita tahulah seperti apa anak-anak itu kalau sudah punya mau, harus dituruti.

Suatu ketika anak saya meminta untuk dibelikan martabak manis rasa oreo kesukaannya, tapi saya tidak serta merta mengiyakan si bocah, karena saya tidak suka dengan cara penjual martabak itu.

Tukang martabak itu cuma menambahkan serpihan biscuit oreo yang dihancurkan ke tengah-tengah lipatan martabak tapi dengan bandrol harga yang jauh lebih mahal dari martabak tanpa oreo, pembedanya adalah kehadiran oreo-nya saja.

Tanpa diberi tambahan oreo rasa martabak sama seperti jenis martabak lainnya yang harganya lebih murah. Dalam pantauan saya terlihat oreo yang dipakai juga dibeli di minimarket dengan harga yang murah.

Intinya adalah perbedaan harga yang besar antara martabak manis biasa dan martabak manis campur oreo membuat saya keberatan untuk membeli pada tukang martabak itu.

Mengingat tidak ada tukang martabak lain yang menjual martabak manis isi oreo ( sudah saya cari sampai ke perumahan tetangga tidak ada yang jual martabak oreo) maka saya bilang sama si bocah kalau lebih baik kita beli martabak di tempat langganan yang sudah biasa kita beli saja.

Yang terjadi si bocah malah marah-marah dan ngambek…. Ya sudahlah mau tidak mau …. Harus mau.

Di perjalan ke tempat tukang martabak oreo, saya mendapatkan ide… bagaimana kalau saya beli biscuit oreo di mini market terus dihancurin. Nah martabak-nya beli aja di tukang martabak langganan.

Saya cepat-cepat ganti arah ke mini market, ambil biscuit oreo, bayar di kasir, tancap gas ke tukang martabak langganan.

Sewaktu memesan martabak saya pilih jenis martabak Keju Coklat.. Lantas saya bilang ke tukangnya “ mas, nanti sebelum dipotong-potong, dikasih oreo dulu ya, Nih Oreo-nya dari saya”. Kata abang martabaknya “ Baik pak! “ … Mantaps

Tidak lama berselang martabak pun matang, atasnya dikasih keju dan coklat serta tidak lupa serpihan biscuit oreo. Jadilah martabak manis campur biscuit oreo dengan harga yang sama seperti martabak manis biasanya.

Sesampai di rumah si kecil pun mencicipi martabaknya… setelah itu komentarnya seperti ini “ Yah, ko martabak yang ini rasanya lebih enak ya “.

Hahhaahaha….. Berhasil juga strategi saya…

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share