Ikuti Cara ini Jika Mau Jadi Karyawan Teladan dan Disenangi Atasan

Menjadi karyawan itu tidak ada lain tujuannya selain menjadi karyawan yang baik, diteladani dan disenangi oleh rekan kerja dan atasan. Nah kebanyakan karyawan merasa bahwa untuk mencapai impian itu sangatlah sulit dan serba relative, tergantung pada putusan atasan; Jadi tidak usah bersusah payah, prestasi karyawan sangat subyektif adalah putusan bos.Ikuti Cara ini Jika Mau Jadi Karyawan Teladan dan Disenangi Atasan

Memang sering terjadi, apalagi di perusahaan lokal Indonesia, prestasi karyawan begitu tergantung pada putusan atasan, jika seorang atasan fair maka penilaiannya pasti fair juga namun jika atasan anda orangnya gila hormat maka pasti karyawan yang suka puja-puji atasan saja yang bagus penilaiannya.

Namun sebelum anda pasrah diri dengan sebagian besar pandangan orang maka cobalah 7 cara berikut untuk menjadi karyawan yang lebih baik lagi.

1. Mencari tahu seperti apa atasan anda

Intinya adalah kita tidak dapat benar-benar bisa menjadi pembantu atau orang penting bagi bos kita jika kita tidak tahu apa sebenarnya yang dia inginkan.
Jadi pertama-tama yang mesti kita lakukan adalah mencari tahu apa yang dia butuhkan dari kita dan bagaimana cara memenuhinya.

Contohnya: Apakah si bos lebih suka laporan disampaikan dalam bentuk tertulis atau lisan? Diprint di kertas atau dalam bentuk slide PowerPoint? Apakah dia ingin informasi yang disampaikan melalui email, selama pertemuan tim, atau dalam bentuk pesan suara?

Mengenal dan mengetahui manajer dan segala seluk beluknya akan membantu anda memberikan informasi yang ia butuhkan, bagaimana cara yang tepat bagi dia dan atasan anda pasti akan menghargainya?

2. Mengetahui dan memahami target yang ingin dicapai si bos

Sebagai seorang karyawan, mungkin kita terlalu terfokus pada tujuan kita sendiri dan lupa bahwa bahwa kita dipekerjakan untuk membantu atasan kita untuk mencapai target yang diinginkannya. Jadi sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mengetahui projek dan target sasaran yang ingin dicapai oleh atasan atau manajer kita.

Setelah memahami apa yang menjadi target dari si bos maka kita bisa menentukan apa saja langkah-langkah yang mesti dikerjakan untuk membantunya mencapai target.

3. Jangan membuat atasan anda seperti kehilangan arah

Saya pernah diomelin oleh atasan karena terlambat memberitahukan problem yang terjadi dan dia mengetahuinya dari orang lain, dimana seharusnya ia mengetahuinya dari saya. Dia sangat kesal dan kecewa.

Pelajaran yang saya dapatkan adalah sebisa mungkin kita harus memberitahukan kepada atasan kita apa yang sedang terjadi baik itu berupa prediksi masalah yang bakal terjadi atau pun penanganan problem yang sudah terjadi.
Atasan kita akan seperti orang yang buta ketika atasan di atasnya menanyakan atau lebih mengetahui detail persoalaan dari pada dirinya.

Jadi pastikan bos anda selalu mengetahui apa yang persoalan dan perkembangannya yang terjadi secepat, se update dan sedetail mungkin.

4. Jangan membuat manajer anda mengerjakan hal sepele yang tidak seharusnya dia lakukan

Jangan pernah bertanya kepada manager anda di mana kertas disimpan, tinta printer habis, asuransi kesehatan dan sebagainya.

Sebaiknya bertanya dulu kepada rekan setim atau selevel anda. Jangan sampai bos anda seolah menyuapi anda dengan melakukan hal yang seharusnya anda kerjakan.

5. Kerjakan dan selesaikan tugas anda tepat waktu atau sebelum batas waktu

Dengan menyelesaikan perkerjaan sebelum batas waktu maka akan memberikan kesempatan kepada atasan kita untuk mengkoreksi atau menambahkan atau mengubah sesuatu yang dianggap perlu baginya.

6. Tawarkan solusi bukan masalah

Tugas Anda adalah untuk tidak terus-menerus menunjukkan masalah yang muncul tetapi secara proaktif mulai berpikir tentang apa solusi yang bisa membantu mengatasi masalah dan tantangan yang dihadapi.

Misalnya, ketika terjadi masalah tetang pengiriman maka kita bisa pergi ke bagian pengiriman dan menanyakan masalah dan sedapat mungkin menyelesaikan masalah yang ada.

Coba bandingkan jika anda pergi ke ruangan atasan dan mengeluh soal masalah pengiriman tersebut kepada atasan anda, tanpa menawarkan solusi apa pun.
Bandingkan kedua situasi ini mana yang lebih mendapatkan respek dari bos anda.

7. Katakan yang sudah anda kerjakan dan kerjakan apa yang sudah anda katakan

Ini soal komitmen dan kejujuran, kita harus memegang komitmen atas ucapan dan janji kita jika ingin dihargai sebagai karyawan yang dapat diandalkan dan bertanggung jawab.

Misalnya jika kita katakan bahwa besok sore tugas kita sudah selesai maka pastikan tugas itu selesai tepat waktu, jangan mencoba mengeluh dan mencari-cari alasan untuk menunda pekerjaan kepada manajer anda.

Seorang karyawan itu dihargai atas kemampuannya untuk mengerjakan tugas, atas kemampuannya untuk membuat perencanaan yang baik, atas komitmen yang bisa dipercaya dan atas kejujuran dirinya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share