Mau Wujudkan Impian Anda? Berhentilah Berpikir, Mulailah Bertindak

Sebuah artikel di halaman media online ternama Inggris, The Guardian, cukup menggugah pikiran saya, dalam artikel itu dikatakan bahwa jika anda mau menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas, maka segera berhenti berpikir dan mulailah mengerjakannya.Mau Wujudkan Impian Anda  Berhentilah Berpikir  Mulailah Bertindak

Dicontohkan semisal ketika seseorang yang ingin membuat sebuah startup, yang dilakukan adalah terus menerus memikirkan ide apa yang paling tepat untuk startup tersebut. Waktu yang dihabiskan lebih banyak memikirkan ide dari pada melakukan tindakan nyata untuk mewujudkan startup tersebut.

Menunda-nunda melakukan atau merealisasikan ide diibaratkan seperti sebuah hutang, semakin banyak ide yang kita pikirkan semakin banyak hutang yang kita tumpuk dan semakin sulit untuk kita lunasi.

Dijelaskan juga bahwa ketika Anda menghabiskan waktu yang banyak untuk hanya sekedar memikirkan ide, semakin brilian dan semakin indah ide itu maka semakin sulit untuk merealisasikannya.

Semakin terperinci dan semakin luar biasa ide anda maka semakin takut dan cemas anda menjalankan ide tersebut.

Menunda-nunda mewujudkan ide anda adalah tindakan yang menghambat kreativitas, sebagai masukan bagi anda yang sedang mewujudkan ide kreatif anda adalah buat rencana dengan mengalokasikan waktu untuk memikirkan ide anda sebagai bagian dari keseluruhan dari project yang anda kerjakan.

Dengan begitu maka anda bisa mengalokasikan dan membatasi berapa lama waktu yang harus anda habiskan untuk memikirkan ide dan kemudian alokasikan waktu untuk menjalankan ide tersebut.

Dengan memasukkan berapa lama waktu untuk memikirkan ide maka kita bisa menentukan batas waktu kapan harus menghentikan pemikiran soal ide dan kapan harus mulai bertindak nyata.

Salah satu contoh tindakan yang paling nyata terkait mewujudkan sebuah ide adalah soal berbuat amal, saat kita memikirkan untuk berbuat amal, begitu banyak pikiran dan rencana yang kita buat.

Namun saat kita mau mewujudkannya yang terlintas adalah berapa banyak uang yang saya harus sumbangkan, kemana sumbangan harus saya berikan, apakah sumbangan itu benar-benar sampai kepada yang membutuhkan?

Terlalu banyak yang kita rencanakan sampai ketika akan dilaksanakan kita jadi ketakutan dan cemas mewujudkan impian kita sehingga hampir tidak yang kita realisasikan.

Joseph Goldstein, seorang guru meditasi, menggambarkan bahwa untuk mempraktekan dan mewujudkan “kemurahan hati ” lakukan sesegera mungkin, bahkan jika saat kita ragu-ragu, segera saja lakukan.

Kita mungkin tidak harus menjadi orang baik untuk mewujudkan langkah nyata kita tetapi kita hanya perlu untuk menjadi lebih baik lagi dari kita sebelumnya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share