Mengakali Tarif Parkir Yang Mahal

Sekarang ini tarif parkir di kawasan Jakarta sangat mahal, tidak tanggung-tanggung 9 jam parkir bisa sampai 20 ribu. Lebih mahal dari makan siang, itupun baru kendaraan jenis motor atau roda 2.

Beberapa minggu lalu harga parkir motor di gedung langganan saya biasa parkir naik dari 10 ribu per 9 jam menjadi 20 ribu. Gedung tersebut berada di samping gedung tempat saya berkantor.

Kenapa tidak parkir di gedung kantor saja? Alasannya karena di gedung kantor saya harga parkirnya sangat mahal, lebih dari 20 ribu .

Itulah alasannya kenapa saya parkir di gedung lain yang lebih murah, selain jaraknya yang tidak jauh juga harganya setengah dari harga parkir di gedung tempat saya bekerja.

Tapi entah kenapa tiba-tiba ada pemberitahuan di gedung langganan tersebut, kalau biaya parkir motor akan dinaikan dan kemungkinan sama harganya seperti di gedung kantor saya.

Ternyata benar, mungkin mereka, manajemen pihak gedung sebelah, sudah dapat info bahwa banyak pemotor yang parkir di gedung tersebut bukan berkantor di situ, makanya mereka menaikkan biaya parkir menjadi sama seperti digedung tempat kerja saya.

Solusi praktis

Kebetulan di samping gedung, tidak begitu jauh dari tempat kerja saya ada mini market Indomaret, nah di halaman indomaret itu, ada yang biasa parkir dari pagi sampai sore.

Memang sih…. Untuk keamanannya tidak terjamin tapi kalau diperhartikan tukang parkirnya selalu ada ditempat tersebut dan tidak pernah pergi dari situ.

Untuk memastikannya, suatu waktu saya duduk kursi yang disediakan di depan Indomaret saya ngobrol-ngobrol saya tukang parkirnya, ternyata dia dulu adalah warga di situ yang kena gusur saat terjadinya pembangunan gedung-gedung bertingkat yang ada di kawasan tersebut, ia beserta keluarga besarnya pindah ke daerah Tangsel, namun tiap hari ia bekerja sebagi juru parkir, bergantian sama temannya, temannya bertugas dari pagi sampai jam 12, kemudian dilanjutkan oleh si tukang parkir yang ngobrol sama saya itu.

Besoknya saya coba parkir di Indomaret, waktu datang pagi sekitar jam 9, ternyata tukang parkirnya bukan yang kemarin ngobrol, beda orang.

Setelah parkir saya kasih uang 2 ribu, dia pun tanya: Sampai sore ya pak? Saya jawab iya. Kata dia: Stang motornya dikunci saja pak? Posisi motor saya pun dipindahkan ke bagian yang lebih dalam dan terlindung dari panas atau susah untuk didorong ke luar, lebih amanlah.

Siang harinya saat jam makan siang saya pun datang ke mini market itu dan mengecek kondisi motor, ternyata masih aman…

Sore hari waktu pulang ternyata benar, tukang parkirnya yang kemarin ngobrol, tanpa ragu saya memberinya uang 5 ribu saat hendak meninggalkan mini market tersebut.

Total cuma 7 ribu yang keluar untuk parkir seharian.

Kesimpulan saya adalah jika ingin parkir di lokasi seperti indomaret maka sebaiknya anda mengecek dulu situasinya. Pastikan tukang parkirnya selalu ada dan cobalah mencari tahu asal-usulnya, misalnya apakah dia berasal dari kawasan sekitar atau dari tempat lain yang berjauhan.

Lebih baik kalau tukang parkirnya dari daerah atau kawasan tersebut.

Memang, untuk keamanan parkir, gedung atau lokasi parkir resmi itu jauh lebih aman tapi jika anda ingin berhemat maka anda bisa belajar dari apa yang telah saya terapkan.

Semoga berguna.

Share

Share