Pengalaman Membuat E-KTP Seumur Hidup

Setelah 2 kali melakukan foto untuk pembuatan E-KTP maka kali ini saya mencoba peruntungan untuk kali ketiga membuat E-KTP.Pengalaman Membuat E-KTP seumur hidup

Begini ceritanya:

Ketika anak saya yang kedua lahir, maka pihak rumah sakit tidak bisa lagi membantu untuk mengurus Akte Kelahirannya. Alasannya adalah alamat rumah sakit dan alamat sang Ibu berbeda kabupaten. Satu di kabupaten Bekasi satunya di Kota Madya Bekasi.

Ya sudah, kalau begitu saya urus sendiri saja akte kelahiran si kecil.

Pertama-tama untuk membuat akte kelahiran haruslah meminta surat keterangan dari RT dan RW. Setelah dapat surat keterangan RT/RW, tahap selanjutnya mengurus ke kelurahan.

Di kelurahan ternyata salah satu syaratnya adalah KTP kedua orang tuanya harus E-KTP!!!! Waduuuh… Saya bilang sama petugas kelurahan : “ Pak, saya dua kali foto, gak jadi-jadi, bagaimana nih? “ Kata petugasnya: silahkan foto ulang, ada yang fotonya sudah berkali juga sama seperti bapak. Sekarang sudah beda dengan yang dulu pak! “

Waktu itu tanggal 30 Desember 2015,petugasnya bilang saat ini sedang ada pemotretan di kelurahan Jatimulya atau di Kantor Kecamatan Tambun Selatan.

Saya putuskan untuk membuat E-KTP agar akte kelahiran si kecil bisa jadi. Saya pilih foto di kecamatan saja karena lebih dekat rumah.

Dari kelurahan, saya langsung ke kecamatan. Setiba di kecamatan saya langsung menyiapkan syarat-syarat untuk foto EKTP yaitu Foto kopi KTP lama dan kartu keluarga.

Saya memberikan syarat-syaratnya ke petugas di loket dan disuruh untuk menunggu, 15 menit kemudian nama saya dipanggil petugas.

Wah cepat juga ya….. Ternyata saya dipanggil bukan untuk difoto tapi persyaratan saya dibalikan karena sudah dicek dan distempel.

Proses selanjutnya adalah ke loket lain untuk mendaftar untuk difoto.

Ternyata menurut petugas di loket pendaftaran foto, berdasarkan nomor antrian yang saya dapat, jadwal fotonya adalah minggu depan. Apaaa!!!! Minggu depan? Busyeet… Saya oke-oke sajalah. Jadi untuk foto saja saya harus tunggu satu minggu lagi, tanggal 7 Januari 2016.

Saya teringat kata petugas kelurahan kalau foto E-KTP bisa juga di kelurahan Jatimulya. Coba aah ke sana, siapa tahu di sana prosesnya lebih cepat.

Tanya sana, tanya sini, ketemu juga tuh kantor lurah. Saya tiba sekitar jam 12:30 WIB. Begitu mau mendaftar kata petugasnya : “ Sudah tutup mas. Besok saja, jam 8 pagi udah buka. “ Astaga!!!! Saya pun pulang dengan tangan hampa..

Besoknya tanggal 31 Desember 2015, pukul 7:30, saya kembali ke Kantor Kelurahan Jatimulya. Ternyata sudah banyak yang ngantri. Saya pun memdaftar untuk foto E-KTP, syaratnya masih sama dengan di kecamatan, Foto kopy KTP dan Kartu keluarga.

Setelah daftar, disuruh tunggu untuk foto… …… Tiga setengah jam kemudian nama saya dipanggil untuk masuk ke dalam ruang foto. Sampai di dalam masih antri lagi sekitar setengah jam….

Akhirnya, saya proses Foto, Scan sidik jari dan retina mata selesai juga.. Foto kopy ktp dan kartu keluarga saya dikembalikan lagi dengan diberi keterangan oleh petugas bahwa saya sudah melakukan foto dan pengambilan data untuk E-KTP.

Terus bagaimana nasib EKTP saya, kapan jadinya, berapa besar peluang EKTP saya jadi, di mana ambilnya.

Menurut petugas di kelurahan, saya harus mengambilnya di Kantor Pemda Bekasi, kurang lebih satu bulan dari sekarang…..

Riiiiibeeet. Konon katanya Kabupaten Bekasi itu terdiri atas 23 Kecamatan, sehingga antriannya sangat banyak.

Cara lain untuk mengambil EKTP yang sudah jadi adalah dengan menitipkan kepada pihak kelurahan kita untuk diambilkan ke kantor Pemda.

Saya lalu kembali ke kantor kelurahan saya dan mengkonfirmasi soal EKTP saya, petugas kelurahan menyatakan bisa mengambilkan E-KTP saya di kantor Pemda. Tapi tidak gratis, ada ongkos jalannya.. ya sudah yang penting beres.. Hitung-hitung sama sajalah biayanya jika saya sendiri yang mengambil ke kantor Pemda.

Saya diberi waktu satu bulan, nanti dikabarkan jika sudah jadi….

Seminggu kemudian, tanggal 7 Januari 2016, saya terima SMS dari petugas kelurahan bahwa E-KTP saya sudah jadi….. Wahhhh mantap. Bayangkan kalau saya buatnya di kecamatan, sekarang saja, saya baru kebagian jadwal foto. Cape deeehh

Besok paginya saya mampir ke kelurahan dan mengambil EKTP saya, cek sebentar dan terlihat masa berlakunya adalah seumur hidup….

Begitulah suka duka pengalaman saya membuat EKTP setelah dua kali percobaan sebelumnya selalu gagal.

Semoga berguna.

Share
Latest Comments
  1. Eka N. A. September 25, 2017
    • Anto September 26, 2017
  2. Malik Farhan October 10, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share