Usia Anak yang Pas Untuk Punya Smartphone dan Tablet

Usia yang pas bagi seorang anak untuk memiliki gadget seperti tablet dan smartphone memang sangat relative, sangat tergantung pada keputusan orang tua.Usia Anak yang Pas Untuk Punya Smartphone

Banyak pendapat di forum(answers.yahoo.com) menyatakan bahwa usia yang pas untuk anak memiliki handphone adalah di atas 11 atau 12 tahun. Meski banyak juga yang setuju, tapi tidak ada jaminan pasti berapa usia anak yang tepat untuk memiliki smartphone tablet.

Saya pernah coba memberikan sebuah smartphone kepada anak saya, smartphone tersebut adalah smartphone lama yang tidak lagi digunakan karena pernah tercebur dalam air namun sebagian besar fungsi utamanya masih berjalan. smartphone tersebut saya atur dengan flight mode, koneksi ke internet hanya menggunakan jaringan wifi , itu pun untuk menginstal game dan update OS. Tidak pernah diijinkan untuk menonton video online.Ketika pergi ke suatu tempat di luar rumah, dia pernah membawa handphone-ny a namun ketika pulang handphone tersebut ditinggal begitu saja di tempat lain. Anak kecil menurut saya masih tidak punya semacam rasa tanggung jawab untuk menjaga barang seperti itu, saya lalu putuskan tidak lagi mengijinkan dia untuk membawa smartphone saat bepergian ke luar rumah.

Rasa tanggung jawab dan kontrol diri yang belum ada menjadi alasan kenapa anak-anak belum boleh dikasih smartphone. Smartphone memang identik dengan game dan internet, dua hal yang wajib disediakan oleh vendor smartphone jika ingin dibilang sebagai hp smart.

Game akan menyita banyak waktu anak, mulai dari waktu istirahat, waktu belajar, dan waktu bersosialisasi secara langsung dengan sesama teman-temannya( bukan cuma lewat sosial media ).

Di rumah waktunya jadi lebih banyak dengan smartphone-nya, waktu tidur siang dimanfaatkan dengan smartphone untuk bermain game.

Permainan non virtual atau mainan benaran yang biasa dia mainkan seperti memasang lego, memainkan mainan robot transformernya sudah jarang dilakukan, semua terailihkan ke smartphone.

Meskipun para pengembang aplikasi menyatakan bahwa smartphone melalui aplikasi yang sifatnya mendisi bisa dijadikan sebagai sarana belajar, akan tetapi Jenny Radesky dari Boston University School of Medicine, mengungkapkan hasil temuan timnya dan mendesak orang tua agar anak-anak mereka sebaiknya tidak lagi menggunakan smartphone untuk bersosialisasi dan media untuk belaja, tetapi lebih baik orang tua menekankan pada anak untuk mengembangkan hubungan antar manusia dengan cara interaksi secara langsung bukan melalui sebuah media atau perangkat smartphone.

Para peneliti di Boston University School of Medicine juga mengingatkan bahwa menggunakan tablet dan smartphone untuk mengalihkan perhatian anak agar anak tenang, dapat menyebabkan pengaruh buruk terhadap perkembangan Sosial Emosional mereka.

Para peneliti juga mempertanyakan, jika smartphone dan tablet menjadi sebuah metode yang paling dominan yang dipakai untuk menenangkan dan mengalihkan perhatian seorang anak, maka apakah nantinya anak-anak itu sanggup untuk mengembangkan mekanisme pengendalian diri untuk mereka sendiri?Usia Anak yang Pas Untuk Punya Smartphone2

Secara umum menurut para peneliti di Boston University, kehadiran smartphone dan tablet cukup banyak menimbulkan dampak yang buruk terhadap perkembangan fisik dan mental seorang anak.

Dikatakan bahwa, lebih baik anak belajar melalui aktivitas fisik secara langsung dari pada menggunakan aplikasi gadget, aplikasi gadget malah akan menghambat perkembangan anak-anak.

Saya sependapat dengan para peneliti itu, berdasarkan pengamatan terhadap anak saya.

Dengan memainkan permainan smartphone si anak jadi lebih tenang, diam, tidak banyak aktivitas fisik dan gerakan-gerakan yang mereka lakukan dan lebih suka berlama-lama di suatu tempat saja, beda jika kalau memainkan permainan biasa.

Ketika memainkan permainan biasa yang non virtual, banyak aktivitas fisik dan gerakan tubuh yang mereka lakukan, banyak pertanyaan dan diskusi yang mereka lakukan bersama orang tua.

Anak jadi bisa memutuskan sendiri seperti cerita permainan yang mau dimainkan dengan robot-robotnya. Ada kebersamaan atau interaksi sosial yang terjadi antara orang tua dan anak. Hal ini jarang sekali terjadi ketika mereka memainkan permainan di gadget mereka.

Sebagai kesimpulannya, menurut saya untuk perkembangan fisik dan pikiran yang sehat dan baik kepada anak maka sebaiknya anak dibatasi pemakaian smartphone atau tidak diberikan smartphone/tablet sama sekali. Lebih baik memberikan permainan sungguhan dari pada aplikasi gadget.

Ketika anak mengerti bahwa smartphone dan tablet bukan merupakan alat utama yang jadi tumpuan hidup mereka, bukan alat utama yang harus selalu ada untuk memecahkan masalah mereka, sampai mereka bisa menyadari bahwa smartphone dan tablet hanyalah pelengkap saja, tanpa smartphone dan tablet pun tidak ada masalah, sampai anak sadar bahwa diri mereka yang di dalamnya terdiri dari badan dan pikiran yang mesti mereka andalkan, di situlah anak tersebut baru pantas memiliki smartphone dan tablet.

Sumber: theguardian.com

Share
Latest Comments
  1. Bunda Husna January 17, 2017
    • Anto January 21, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share