Waspadai Kerusakan Perangkat Elektronik Rumah Tangga

Saya ingin berbagi pengalaman yang sekirannya dapat berguna bagi pembaca sekalian. Tahun ini bagi saya adalah tahun yang penuh dengan masalah, di tahun yang baru berjalan 4 bulan ini hampir semua perangkat elektronik utama rumah tangga mengalami kerusakan mulai dari yang ringan sampai harus ganti baru.
Memang kalau dilihat ke belakang, riwayat barang-barang tersebut sudah cukup lama digunakan tapi situasinya cukup mengejutkan ketika beberapa perangkat itu rusak dalam waktu yang berdekatan dan membuat pengeluaran menjadi besar, dari servis ringan sampai beli baru.

Kondisi yang saya alami adalah sebagai berikut:
a.    TV LED Samsung 32’’ rusak
Satu bulan yang lalu TV LED Samsung 32” hanya terdengar suaranya saja, gambarnya hanya berupa kilauan cahaya oranye pudar berupa garis-garis dan sebagian besar layar tertutup warna hitam. TV ini sudah terpakai selama kurang lebih 3 tahun. Membaca-baca di internet, katanya ini adalah gejala dari TV LED Samsung. Dan solusinya macam-macam mulai dari cek kapasitor di papan power supply sampai ganti panel LED yang baru. TV LED akhirnya dibawah ke service resmi, divonis panel LEDnya rusak dan harus siap dana 3 juta untuk ganti panel LED. Ya lebih baik beli baru, kali ini pilihan jatuh ke Toshiba 32”.

b.    Laptop HP Biscoti Over Heat
Alasan beli laptop ini karena spek-nya yang lumayan tinggi dan harganya murah. Setelah pemakaian selama dua tahun lebih latop ini mulai sering hang dan fan-nya selalu berputar kencang. Paling lama bertahan adalah sekitar 40 menit dan pasti setelah itu layarnya mulai berubah jadi seperti motif batik dan tidak berapa lama, hang. Ternyata seorang teman yang memilki laptop dengan jenis yang sama, mengalami hal yang sama juga. Beberapa kasus yang sama dijumpai juga di internet dan tempat service yang saya kunjungi.  Setelah di-service, ternyata tuh laptop cuma tahan 1 bulan saja, setalah itu kembali bermasalah lagi. Setelah itu saya coba utak-atik sendiri dengan mengganti termal pasta-nya dan efeknya cuma bagus satu dua hari, kembali rusak lagi. Karena sering hang dan takut berimbas ke harddisk maka saya biarkan saja tuh laptop tidak terpakai dari pada nanti hardisk-nya rusak. Latop ini, daripada jadi rongsokan lebih baik diuangkan dan dihargai 350 ribu.

c.    Pengering mesin cuci rusak
Mesin cuci saya telah berumur 7 tahun, rusak yang dialami adalah pengeringnya berputar tidak beraturan dan membuat suara gaduh. Tukang cuci AC yang bisa juga mereparasi mesin cuci mengatakan bahwa motor untuk memutar bagian pengeringnya sudah mulai mengalami kerusakan dan harus diganti. Syukur, cuma ganti motor, tidak ganti mesin cuci baru.

d.    Lampu Kulkas mati total
Yang ini tidak begitu parah lampu kulkas mati tapi fungsi pendingin dan pembeku kulkas berfungsi normal. Tapi tetap saja ini peringatan mengingat kulkas ini sudah 7 tahun pakai. Siap-siap dah kalau mati total.

e.    Pemanas Rice cooker tidak berfungsi
Biasanya fungsi rice cooker ada dua yang utama yaitu mamasak nasi dan menjaga makanan yang dimasak tersebut tetap panas, akan tetapi entah kenapa seminggu yang lalu rice cooker di rumah saya hanya bisa memasak saja dan lama kelamaan nasinya jadi dingin, padahal lampu indikator pemanas menyala normal. Gawat siap-siap ganti baru.

Sejenak saya berpikir fenomena apa yang sedang saya alami, kemudian saya coba mengambil beberapa kesimpulan penyebab dari kerusakan-kerusakan alat elekronik tersebut.

1.    Usia pakai yang sudah lama atau memang dibuat untuk 5 tahun sudah harus ganti baru.
Peralatan sekarang tidak seperti peralatan dulu yang masa pakainya cukup lama di atas 10 tahun. Mungkin ini strategi bisnis dari produsen agar selalu untung. Konon katanya peralatan sekarang dibuat agar masa pakainya tidak lama, tidak lebih dari 5 tahun sudah rusak dan harus diganti baru.

2.    Kondisi listrik yang tidak stabil.
Awal tahun ini wilayah Jabotabek sering dilanda banjir dan listrik sering dimatikan pada waktu yang tidak tentu, kadang siang, kadang malam, dan dalam sehari bisa terjadi 2 sampai tiga kali pemadaman. Hal ini berlangsung lebih dari seminggu. Ini juga mungkin penyebab rusaknya peralatan seperti TV ataupun rice cooker. Mungkin tidak langsung rusak tapi sebulan atau dua bulan berikutnya baru rusak.

3.    Membeli peralatan secara bersamaan.
Masudnya adalah jika peralatan yang dipakai dibeli secara bermamaan maka siap-siaplah kalau rusaknya pun akan bersamaan juga. Jadi kalau menurut saya sebaiknya peralatan elektronik rumah tangga tidak dibeli secara bersamaan, tapi  jika kebutuhan sudah mewajibkan untuk dibeli maka mau tidak mau harus membeli, terutama pada pasangan yang baru berkeluarga, siaplah dana untuk mengganti mesin cuci, ac, kulkas anda pada waktu yang sama ( mungkin 5 tahun sejak anda membelinya). Tapi ini kan cuma prediksi saja, semoga tidak terjadi.

Semoga berguna. 
Sumber gambar: http://www.flickr.com/photos/29069717@N02/13089126105/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *