Kenali dan Pahami 5 Kebohongan Yang Ada Di Tempat Kerja Anda

Bagi anda yang baru bergabung di sebuah perusahan dan mendapati banyak hal yang menyenangkan selama masa kerja anda yang baru seumur jagung, maka sebaiknya anda waspada dan berhati-hati.

Hal-hal yang menyenangkan itu biasanya tidak akan berlangsung lama dan setelah anda menandatangani kontrak kerja sebagai karyawan tetap yang sifatnya mengikat, maka anda akan menjumpai sebuah kebenaran yang ternyata tidak seindah seperti di awal masa kerja.

Misalnya manajer atau atasan anda sering memuji dan mengatakan kerja anda bagus dan layak dipertimbangkan untuk kenaikan gaji, tapi nyatanya setelah sekian waktu berlalu gaji anda tidak pernah dinaikan dan si atasan lalu pura-pura lupa.

Saya pernah mengalami ketika diwawancara kerja, saat itu calon bos itu mengatakan bahwa setiap tahun perusahannya biasa mengirimkan karyawan untuk berpergian ke Inggris atau Amerika Serikat, nyatanya setelah bergabung, yang saya jumpai adalah hanya satu dua karyawan saja yang dikirim ke sana dan itupun cuma yang jabatannya tinggi sekelas manajer atau vice president.

Inilah lima pernyataan bohong yang biasa disampaikan oleh atasan kepada bawahannya:

1. Terima kasih telah membantu saya untuk menyelesaikan pekerjaan ekstra ini! Pekerjaan seperti ini hanya sementara saja. Dan tidak akan berlangsung lama.

2. Saya sangat setuju dengan proposal Anda, tapi keputusan bukan di tangan saya – pimpinan tertinggi mengatakan tidak.

3. Saya punya rencana untuk kemajuan anda. Saya tidak bisa mengatakan apa itu sekarang, tapi yang pasti anda akan senang dengan rencana tersebut.

4. Tidak, saya tidak dapat membuat pengecualian atas permintaan ijin untuk pulang cepat yang anda ajukan. Perusahaan tidak pernah membuat pengecualian terhadap kebijakan mereka – bahkan termasuk untuk saya!

5. Pekerjaan dan posisi Anda sangat aman di kantor ini, anda tidak perlu khawatir!

Berikut penjelasan dan tips terkait mulut manis atasan yang biasa terjadi di tempat kerja.

Sangat mudah untuk melihat mengapa seorang manajer membiarkan sebuah kebohongan keluar dari mulut mereka.

Alasan utamanya adalah karena ketakutan. Ketika anda meminta manajer yang takut itu untuk mengajukan ide gagasan kepada atasan mereka atas nama Anda, pikiran pertama mereka adalah “Mengapa saya harus matian-matian menghadapi resiko untuk karyawan yang satu ini? Jika sampai gagal saya taruhannya”.

Mereka tidak ingin membela Anda, karena risikonya adalah diri mereka sendiri. Mereka tidak ingin menginvestasikan setetes modalpun untuk anda.

Begitulah, bagaimana situasi ketakutan dan kekuatiran yang terjadi di tempat kerja. Ketika dalam ketakutan setiap orang akan berpikir untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Contohnya seperti ini, suatu ketika anda menyarankan jadwal kerja baru termasuk permintaan untuk bekerja dari rumah selama satu hari setiap minggunya.

Dalam usulan tersebut anda memiliki argument atau alasan yang kuat dan bagus untuk mendukung usulan tersebut.

Bos Anda akan mengatakan “Ide yang bagus, saya menyukainya, saya hanya perlu mendapatkan persetujuan dari atasan saya, saya akan memberitahukannya nanti kepada Anda.”

Setelah Anda meninggalkan ruangan manajer itu, ia menyadari bahwa akan sangat berisiko dan menyeramkan untuk mengusulkan ide kerja Anda itu ke atasan mereka.

Bagaimana jika bos besar itu tidak menyukai idenya? Ini terlalu berisiko.

Setelah itu atasan yang takut akan memberitahumu “Bos tidak menyukai ide anda. Ya begitulah, saya sudah berusaha semaksimal mungkin”

Yang terjadi sebenarnya adalah mereka sama sekali tidak mencoba. Bos mereka tidak pernah mendengar tentang rencana pekerjaan anda dari rumah karena memang usulan anda tidak pernah disampaikan.

Atasan yang takut akan memberi tahu Anda “Saya ingin Anda melakukan pekerjaan si A, karena hari terakhirnya adalah hari jumat. Jangan khawatir, itu tidak akan lama lagi. Saya akan menggantikan Si A nanti!”

Mungkin benar, atau mungkin juga tidak. Bos Anda mungkin tidak memiliki anggaran untuk mempekerjakan orang tahun ini.

Bagaimana Anda tahu? Anda akan tahu apakah Anda pernah tidak dipedulikan bos di masa lalu. Coba perhatikan lebih teliti bahwa sesuatu dalam nada suaranya akan kelihatan bahwa apa yang dikatakannya tidak benar.

Berikut adalah tiga tip agar anda tidak terperdaya oleh kebohongan bos yang penakutan itu:

  1. Dokumentasikan segala sesuatu yang penting secara tertulis.

Hal-hal tentang gaji, jam kerja, promosi, jabatan, dan perubahan besar dalam deskripsi pekerjaan Anda perlu dikonfirmasi dalam bentuk hitam di atas putih alias tertulis.

  1. Amati situasi dan kondisi di tempat kerja dan lebih berhati-hati terhadap kata-kata manajer Anda.

Berbicara itu gampang dan bebas biaya! Semua orang mengalami siklus antara takut dan yakin sepanjang waktu, termasuk juga atasan Anda.

Asumsikan bahwa ketika Anda memiliki sesuatu yang penting untuk disampaikan kepada manajer Anda.

Dan ketika manajer Anda mengatakan “Kita lihat nanti” itu berarti mereka tidak akan melakukan apapun terhadap ide anda tersebut.

  1. Saat suara hati Anda mengatakan “Saya tidak percaya apa yang dikatakan atasan saya kepada saya,” maka dengarkan dan turuti suara hati Anda.

Suara hati kita sangat berpengalaman dan lebih peka serta lebih dapat dipercaya daripada rasionalisasi yang dipikirkan oleh otak kita.

Setelah Anda digigit oleh ular yang bernama “ Bos penakut dan pembohong”, akan sulit bagi ular yang sama untuk menggigit Anda lagi.

Di waktu yang akan datang, anda akan lebih memahami dan anda tidak akan menganggap biasa saja.

Belajar itu menyakitkan, tapi mesti dilalui.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share