Yang Perlu Diketahui Tentang Dasar-dasar Dalam Mengatur Bandwidth Internet

Maksud utama dari artikel ini adalah untuk memberikan gambaran tentang apakah tujuan mengatur kecepatan internet. Maksud dari mengatur itu bukan memperbesar atau meningkatkan kecepatan yang sudah diberikan oleh pihak ISP tapi pengaturan itu antara lain seperti memberikan hak akses terhadap internet dalam sebuah jaringan computer kepada para user sesuai tingkat kebutuhan mereka.

Misalnya dalam sebuah jaringan LAN di kantor, di mana terdapat koneksi internet sebesar 10 Mbps, jika tidak ada pengaturan maka semua user, dari direktur sampai office boy akan mendapatkan koneksi internet dengan kecepatan yang sama.

Tentunya koneksi ini sangat tidak efisien karena tingkat kebutuhan tiap-tiap karyawan akan internet berbeda sehingga dibutuhkan sebuah system pengaturan agar pemakaian keneksi internet jadi lebih efektif.

Untuk siapakah tulisan ini cocok dibaca?

Tulisan ini untuk pembaca yang barusan saja memiliki koneksi internet yang kencang dan ingin berbagi dengan rekan atau tetangganya tapi merasa begitu galau kalau-kalau orang yang dibagi itu malah menyikat habis semua koneksi internet yang kencang tersebut sehingga membuat dirinya tidak kebagian merasakan koneksi yang kencang tersebut.

Tulisan ini juga ditujukan kepada para pembaca yang sedang membuat sebuah jaringan hotspot tapi tidak mau atau sayang jika koneksi yang kencang diberikan secara gratis atau secara cuma-cuma kepada pelanggan kafe atau pengunjung tempat usaha mereka.

Dan tulisan ini juga bisa membantu anda-anda yang masih kuliah atau masih sekolah dan saat ini sedang merencanakan untuk membuat sebuah jaringan di sekolah atau di rumah.
Tulisan ini cukup berguna bagi anda yang barusan menjadi seorang IT support di sebuah kantor kecil dengan koneksi internet yang cukup kencang.

Tujuan mengatur bandwidth atau bandwidth management adalah :

1. Agar pemanfaatan koneksi internet menjadi lebih effisien.
Misalnya di kantor kita terdapat koneksi internet dengan kecepatan 20Mbps, nah rasanya tidak adil jika seorang office boy kantoran mendapatkan jatah koneksi internet yang sama kencangnya dengan sang pemilik atau direktur perusahaan tersebut.

2. Dengan mengatur kecepatan internet maka dapat menghindari penggunaan yang tidak semestinya.
Maksudnya begini, seorang karyawan yang suka download film, karena koneksi internet pada kantornya begitu kencang dan tidak ada batasannya maka dia pun jadinya keasikan untuk mendownload film dan jadi lupa dengan pekerjaan kantor.
Nah, jika dibatasi maka user yang seperti itu akan dengan sendirinya sadar bahwa internet di tempat kerjanya tidak diperuntukan buat kebutuhan yang sifatnya pribadi atau tidak ada kaitannya dengan urusan kantor, dengan begitu maka seorang karyawan pun bisa focus untuk menyelesaikan tugas kantor.

3. Sebagai bahan evaluasi terhadap pemakaian koneksi internet.
Biasanya akan ada log atau laporan terkait berapa besar sambungan internet yang kita gunakan selama waktu tertentu. Jika dengan batasan yang sudah kita buat dan ternyata kecepatan tersebut cukup untuk seluruh pengguna maka kita tidak perlu untuk mengupgrade kecepatan, atau bisa menurunkan paket langganan sesuai dengan kebutuhan kita, hal ini tentunya akan membuat kita lebih berhemat.

4. Menjaga agar koneksi internet tetap stabil
Jika salah satu user yang ada pada LAN melakukan download dengan menggunakan software khusus yang dapat mempengaruhi kecepatan internet secara keseluruhan, hal seperti ini tidak akan terjadi jika dilakukan manajemen bandwidth.
Dalam sebuah jaringan dimana seorang user dibatasi koneksi internetnya, misalnya 2 Mbps maka ketika ia melakukan download maka maksimum kecepatan internet yang didapat hanya 2 Mbps meskipun total kecepatan internet pada jaringan tersebut adalah 10 Mbps.
Prinsip dasar mengatur banwidth dalam sebuah LAN
Dalam sebuah LAN yang sifatnya private ( hanya anggota LAN saja yang bisa berkomunikasi diantara mereka) terdapat beberapa perangkat computer seperti PC, tablet, smartphone dan laptop, biasanya mereka selalu terhubung ke jaringan internet yang sifatnya public( semua perangkat computer saling terkoneksi secara fisik maupun secara logis).
Koneksi pada computer-komputer tersebut biasanya setara tingkat kecepatan akses jaringan nya, tidak peduli jenis perangkatnya.

Karena dalam sebuah jaringan jenis dan keperluan terhadap koneksi internet sangat bermacam-macam bentuk dan karakternya maka kita haruslah melakukan pengaturan terhadap koneksi yang dilakukan oleh para klien tersebut.

1. Hal pertama yang mesti dilakukan adalah membuat sebuah perencanaan.
Rencana pertama adalah mendata semua klien internet tersebut berdasarkan tingkat kebutuhan mereka.

Misalnya ;
Seorang manajer tentunya membutuhkan koneksi internet yang kencang untuk keperluan seperti, melakukan video converence, melakukan download dan upload data yang besar ukurannya.

Bandingkan dengan staf biasa yang kebutuhannya seperti mencari informasi pelengkap, menerima dan mengirim email dengan attachment file yang kecil ukurannya. Atau mungkin jika diperbolehkan mereka pastinya hanya untuk mengakses sosmed.

Untuk staf pegawai yang lebih rendah lagi seperti office boy mungkin kebutuhannya sangat sedikit, namun biasanya diberi akses internet sekedar untuk bisa online Whatsapp dan sosial media tertentu.
Untuk tamu yang datang berkunjung, mungkin bisa dipertimbangkan untuk dikasih akses internet dengan kecepatan yang cukup untuk sekedar browsing-browsing saja.

2. Mengetahui topologi fisik pengaturan bandwidth

Tulisan ini saya buat bukan karena adanya Endorsment dari pihak tertentu, tapi menurut saya topologi jaringan yang paling tepat untuk dipakai dalam mengatur bandwidth sebuah LAN adalah seperti berikut ini:

Topologi ini saya dapatkan dari website https://www.softperfect.com/products/bandwidth/
Dari topology ini terlihat bahwa untuk membatasi bandwidth kita membutuhkan sebuah perangkat hardware berisikan software atau operating system khusus untuk mengatur koneksi internet dari para klien.

Perangkat pengatur bandwidth tersebut terdiri atas beberapa macam jenisnya antara lain:

a. Wifi Access Point router
Wifi AP router memang mampu untuk mengatur bandwidth namun fiturnya tidak banyak, pengaturannya bersifat general saja.
Namun beberapa merk wifi, seperti mikrotik memiliki kemampuan yang cukup powerfull dalam mengatur bandwith namun butuh pengetahuan atau skill khusus untuk me-setting-nya.

b. Perangkat hardware Router
Perangkat router adalah yang terbaik dalam mengatur bandwith, baik dari sisi hardware maupun OS yang terdapat di dalamnya.

Namun router harganya sangat mahal dan butuh skil husus untuk mengaturnya.

c. PC router ditambah Software bandwidth management
Pilihan ini cukup murah dan efektif, kita bisa menggunakan PC desktop atau laptop yang memiliki 2 LAN card agar dapat terkoneksi ke internet dan sisi LAN.

Demikian pembahasan tentang dasar-dasar dalam mengatur internet, semoga berguna.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share