Cara Cepat dan Tepat Melakukan Subnetting

Berikut ini adalah contoh bagaimana cara melakukan subnetting beserta langkah-langkah awal apa yang mesti dilakukan.
Saya asumsikan bahwa anda seorang administrator jaringan di sebuah kantor atau sebuah sekolah dengan jumlah host di jaringan komputer  pada tempat anda sebanyak 150 sampai 200 host. Sebagai seorang administrator jaringan, mengurusi koneksi komputer atau host sebanyak itu dengan hanya menggunakan satu segment IP saja merupakan pekerjaan yang cukup merepotkan.

Jika dihadapkan pada situasi seperti ini maka sebaiknya segment IP yang besar itu dibagi-bagi menjadi beberapa segment IP yang lebih kecil dengan jumlah IP address untuk host pada tiap-tiap subnetwork menjadi lebih sedikit. Jaringan kita saat ini menggunakan segment IP address 192.168.100.XXX subnetmask 255.255.255.0, informasi ini memberikan gambaran bahwa pada jaringan kita terdapat 254 IP address yang bisa dipakai oleh host atau komputer, namun banyak host pada sebuah jaringan membuat makin padatnya lalu lintas data pada jaringan ini sehingga membuat resiko gangguan komunikasi data semakin besar. Untuk itu perlu dilakukan subnetting.

Sebelum Melakukan subnetting maka yang harus dilakukan adalah menentukan berapa banyak jumlah subnetwork dan IP address tiap-tiap subnetwork yang dibutuhkan. Sebaiknya jumlah subnetwork ditentukan berdasarkan jumlah bagian atau department yang ada.
Misalnya di kantor ada 6 bagian maka subnetwork yang akan kita buat bisa didasarkan pada jumlah bagian tersebut.

Tentukan berapa banyak IP address yang dibutuhkan pada tiap-tiap subnetwork. Pada artikel ini kita contohkan pembagian kebutuhan IP address tiap-tiap bagiannya sebagai berikut:
– Jajaran Direksi, Kebutuhan IP address sebanyak 10 IP address.
– Bagian HRD, Kebutuhan IP address sebanyak 25 IP address.
– Bagian Finance, Kebutuhan IP address sebanyak 30 IP address.
– Bagian Marketing, Kebutuhan IP address sebanyak 30 IP address.
– Bagian Sales, Kebutuhan IP address sebanyak 30 IP address.
– Bagian Teknikal, Kebutuhan IP address sebanyak 28 IP address.

Berikut adalah langkah-langkah  dalam melakukan subnetting.
Untuk menentukan subnetwork kita harus berpatokan pada jumlah subnetwork yang bisa dibuat haruslah merupakan hasil  pemangkatan angka 2 yaitu:

2^0=1,  2^1 = 2 ,  2^2= 4,  2^3 = 8, 2^4 = 16, 2^5 = 32, 2^6 = 64, 2^7 = 128, 2^8 = 256, 2^9 = 512, 2^10 = 1,024, 2^11 = 2,048, 2^12 = 4,096, 2^13 = 8,192, 2^14 = 16,384.

Pada artikel ini jumlah subnet yang mesti kita buat adalah sebanyak 8 buah karena kebutuhan kita sebanyak 6 buah subnetwork. Kenapa plihan kita jatuh pada 8 buah, kenapa tidak 16, kita bisa membuat sebanyak 16 buah namun masalahnya adalah apakah jumlah IP yang tersedia pada tiap-tiap subnetwork mampu memenuhi kebutuhan IP address  sesuai dengan yang kita inginkan?

Untuk menentukan jumlah IP address tiap-tiap subnet maka bisa kita lakukan dengan perhitungan jumlah totap IP address sebelum disubnetting dibagi dengan jumlah subnetwork.
Pada soal ini jumlah total IP address sebelum subnetting adalah 256. Jadi jumlah IP address tiap-tiap subnet adalah 256/8 = 32. 32 adalah jumlah total secara keseluruhan termasuk Subnet ID dan broadcast ID untuk Hostnya adalah 32-2 =30 IP address.

Jika kita memutuskan untuk membagi menjadi 16 Subnet maka IP address masing-masing subnet yang tersedia adalah 256 / 16 = 16, dengan IP address host yang bisa digunakan adalah sebanyak 16-2 = 14 IP address. 

Jadi pada tulisan ini pembagian subnetmask yang memenuhi kebutuhan IP address adalah 8 subnetmask karena maksimum jumlah IP address yang bisa dipakai oleh Host adalah sebanyak 30 buah dan itu sesuai dengan kebutuhan IP address. 

1.    Pembagian atau alokasi IP address tiap-tiap subnetwork.
Sekarang waktunya untuk menentukan Subnet ID, broadcast ID dan range IP address dari tiap-tiap subnetwork.
a.    Cara menentukan network ID adalah sebagai berikut:
Pada contoh di posting ini, segment 192.168.1.xxx 255.255.255.0 akan dibagi menjadi 8 subnet.
–    Langkah pertama, membagi secara rata jumlah total IP address dari segment IP yang akan disubnetting, pada contoh total segment 192.168.1.xxx 255.255.255.0 adalah sebanyak 256. Jadi 256 / 8 = 32 IP address . Cat: Total IP, termasuk Network ID dan broadcast ID.
–    Langkah kedua adalah menentukan rentang IP address tiap bagian atau subnet yang sudah terbentuk dari hasil pembagian. Pada segment 192.168.1.xxx 255.255.255.0 setelah dibagi, terdapat 8 blok IP yang terdiri atas 32 IP address pada tiap-tiap bloknya.
-) Blok 1 dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.0 s/d 192.168.1.31 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP ini kita bisa menentukan mana network ID, host ID dan broadcast ID.

Network ID bisa ditentukan dengan memilih IP address yang berada pada urutan pertama atau yang terkecil dalam rentang IP suatu subnetwork, pada blok 1 ini, IP address 192.168.1.0 adalah Subnetwork ID.

Untuk Broadcast ID dipilih IP addresss yang paling besar atau yang terakhir dalam rentang IP tersebut, untuk blok 1, broadcast ID adalah 192.168.1.31.

IP address untuk host adalah IP address selain Network ID dan Broadcast ID, pada blok 1 ini IP host adalah 192.168.1.1 s/d 192.168.1.30.

-) Blok 2, merupakan lanjutan dari blok 1, dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.32 s/d 192.168.1.63 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP ini, network ID, host ID dan broadcast ID adalah sebagai berikut:
Network ID adalah 192.168.1.32, Broadcast ID adalah 192.168.1.63, IP host 192.168.1.33 s/d 192.168.1.62.

-) Blok3,  merupakan lanjutan dari blok 2, dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.64 s/d 192.168.1.95 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP ini, network ID, host ID dan broadcast ID adalah sebagai berikut:
Network ID adalah 192.168.1.64, Broadcast ID adalah 192.168.1.95, IP host 192.168.1.65 s/d 192.168.1.94.

-) Blok4, merupakan lanjutan dari blok 3, dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.96 s/d 192.168.1.127 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP ini, network ID, host ID dan broadcast ID adalah sebagai berikut:
Network ID adalah 192.168.1.96, Broadcast ID adalah 192.168.1.127, IP host 192.168.1.97 s/d 192.168.1.126.

-) Blok 5, merupakan lanjutan dari blok 4, dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.128 s/d 192.168.1.159 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP ini, network ID, host ID dan broadcast ID adalah sebagai berikut:
Network ID adalah 192.168.1.128, Broadcast ID adalah 192.168.1.159, IP host 192.168.1.129 s/d 192.168.1.158.

-) Blok6,  merupakan lanjutan dari blok 5, dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.160 s/d 192.168.1.191 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP ini, network ID, host ID dan broadcast ID adalah sebagai berikut:
Network ID adalah 192.168.1.160, Broadcast ID adalah 192.168.1.191, IP host 192.168.1.161 s/d 192.168.1.190.

-) Blok 7, merupakan lanjutan dari blok 6, dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.192 s/d 192.168.1.223 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP ini, network ID, host ID dan broadcast ID adalah sebagai berikut:
Network ID adalah 192.168.1.192, Broadcast ID adalah 192.168.1.223, IP host 192.168.1.193 s/d 192.168.1.222.

-) Blok 8, merupakan lanjutan dari blok 7, dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.224 s/d 192.168.1.255 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP ini, network ID, host ID dan broadcast ID adalah sebagai berikut:
Network ID adalah 192.168.1.224, Broadcast ID adalah 192.168.1.255, IP host 192.168.1.225 s/d 192.168.1.254.

2.    Menentukan Subnetmask.
Untuk menentukan subnetmask kita harus berpatokan pada sistem bilangan binary, bilangan binary merupakan bilangan yang terdiri atas 2 bilangan yaitu 0 dan 1. 0 dan 1 mewakili sebuah kondisi dalam sistem digital, angka 0 menyatakan kondisi off sedangkan angka 1 menyatakan kondisi On, kurang lebih seperti itu.
Subnetmask secara default mengikuti Class dari sebuah IP address, IP Address Class A memiliki subnetmask 255.0.0.0, IP address Class B memiliki subnetmask 255.255.0.0, IP address Class C memiliki Subnetmask 255.255.255.0.

Setiap subnetmask pada segment  IP address yang disubnetting selalu dimulai dengan 128, kemudian 192, 224, 240, 248, 252, 254 dan 255.

Untuk IP Class C perubahan subnetmask terjadi pada bagian 0 dari subnetmask default( 255.255.255.0 ) bagian  lainnya tidak berubah. Perubahan tersebut mengikuti pola berikut ini:

–    ) jika kita melakukan suneting sebanyak 2 buah subnet maka angka 0 diganti dengan angka 128.
Pada subnetting ini yang terbentuk hanya 2 Subnetwork dengan jumlah IP total sebanyak 128 buah pada tiap-tiap subnetnya.  Angka 128 bisa juga diperoleh dengan cara mengurangi total IP address default Network dengan total IP address hasil dari subentting tiap subnetwork.  256 – 128 = 128

–    ) jika kita melakukan suneting sebanyak 4 buah subnet maka angka 0 diganti dengan angka 192.
Pada subnetting ini yang terbentuk 4 Subnetwork dengan jumlah IP total sebanyak  64 buah pada tiap-tiap subnetnya.  Angka 192 bisa juga diperoleh dengan cara mengurangi total IP address default Network dengan total IP address hasil dari subentting tiap subnetwork.  256 – 64 = 192

–    ) Jika kita melakukan suneting sebanyak 8 buah subnet maka angka 0 diganti dengan angka 224.
Pada subnetting ini yang terbentuk 8 Subnetwork dengan jumlah IP total sebanyak  32 buah pada tiap-tiap subnetnya.  Angka 224 bisa juga diperoleh dengan cara mengurangi total IP address default Network dengan total IP address hasil dari subentting tiap subnetwork.  256 – 32 = 224

–    ) Jika kita melakukan suneting sebanyak 16 buah subnet maka angka 0 diganti dengan angka 240.
Pada subnetting ini yang terbentuk 16 Subnetwork dengan jumlah IP total sebanyak  16 buah pada tiap-tiap subnetnya.  Angka 240 bisa juga diperoleh dengan cara mengurangi total IP address default Network dengan total IP address hasil dari subentting tiap subnetwork.  256 – 16 =  240

–    ) Jika kita melakukan suneting sebanyak 32 buah subnet maka angka 0 diganti dengan angka 248
Pada subnetting ini yang terbentuk 32 Subnetwork dengan jumlah IP total sebanyak  8 buah pada tiap-tiap subnetnya.  Angka 248 bisa juga diperoleh dengan cara mengurangi total IP address default Network dengan total IP address hasil dari subentting tiap subnetwork.  256 – 8 =  248

–    ) Jika kita melakukan suneting sebanyak 64 buah subnet maka angka 0 diganti dengan angka 252
Pada subnetting ini yang terbentuk 64 Subnetwork dengan jumlah IP total sebanyak  4 buah pada tiap-tiap subnetnya.  Angka 240 bisa juga diperoleh dengan cara mengurangi total IP address default Network dengan total IP address hasil dari subentting tiap subnetwork.  256 – 4=  252

–    Class C hanya bisa disubnet sampai 64 buah saja mengingat keterbatasan IP address untuk host yang bisa disediakan.
Contoh diposting ini, segment IP 192.168.1.0 memiliki subnetmask default 255.255.255.0 dan disubnet menjadi 8 buah subnet maka subnetmask dari tiap-tiap subnet adalah 255.255.255.224.

3.    Subnetting di atas subnetting
Kita bisa melakukan subnetting lagi terhadap segment IP hasil subneting yang sudah kita buat sebelumnya, misalnya IP address yang dibutuhkan pada bagian direksi adalah sebanyak 10 buah sedangkan subneting yang dibuat IP addressnya tersedia sebanyak 30 buah. Untuk memperkecil segment network maka kita bisa melakukan subneting lagi terhadap segment IP tersebut.

Caranya adalah sebagai berikut:
Untuk direksi kita pilih blok 1, 192.168.1.0 255.255.255.224. Pada blok ini terdapat total 32 IP address, yang dibutuhkan hanya 10 IP address, jika dibagi 2 maka akan ada 2 segment IP dengan jumlah IP address tersedia sebanyak 16 pada tiap blok tersebut.

–    Kita bagi 32 / 2 = 16, jadi akan ada 16 total IP address termasuk Network ID dan broadcast.

–    Hasil dari pembagian blok 1 kita namakan blok A dan Blok B.
Rentang IP address Blok A dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.0 s/d 192.168.1.15 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP network ID-nya adalah 192.168.1.0 dan , host IDnya 192.168.1.1 s/d  192.168.1.14 dan broadcast ID-nya adalah 192.168.1.15.

–    Rentang IP address Blok B merupakan kelanjutan dari Blok A, dimulai dari yang terkecil yaitu 192.168.1.16 s/d 192.168.1.31 (rentang IP address ini termasuk Network ID dan broadcast ID). Dari rentang IP network ID-nya adalah 192.168.1.16 dan , host IDnya 192.168.1.17 s/d  192.168.1.30 dan broadcast ID-nya adalah 192.168.1.31.
–    Kita bisa memakai IP address padasalah satu blok IP,  blok A atau B untuk IP pada jaringan komputer di jajaran direksi, karena total IP address pada masing-masing blok IP tersebut adalah 14 IP address, lebih 4 IP dari yang dibutuhkan.

–    Subnetmask-nya dari IP address pada blok A dan B adalah:
Karena subnetwork ini hanya menyediakan IP address sebanyak total 16 IP address dengan rincian 1 Network ID, 14 Host ID dan 1 broadcast ID maka subnetmask yang digunakan adalah 255.255.255.240. Penentuan subnetmask ini bisa dilakukan dengan cara menambahkah  angka pada bagian belakang dari subnetmask 255.255.255.224 dengan total IP address dari subnetwork yang baru. Pada contoh ini
224 + 16 = 240.

Jadi hasil akhir dari subnetting segment IP 192.168.1.0 255.255.255.0 adalah sebagai berikut:

1.    Blok 1 : 192.168.1.0 255.255.255.224, subnetwork ini dibagi lagi menjadi 2 Subnetwork karena kebutuhan IP addressnya sedikit. Kedua subnetwork tersebut adalah :
a.    Blok A  : 192.168.1.0 255.255.255.240
b.    Blok B : 192.168.1.16 255.255.255.240

 
2.    Blok 2 : 192.168.1.32 255.255.255.224

 
3.    Blok 3 : 192.168.1.64 255.255.255.224

 
4.    Blok 4 : 192.168.1.96 255.255.255.224

 
5.    Blok 5 : 192.168.1.128 255.255.255.224

 
6.    Blok 6 : 192.168.1.160 255.255.255.224

 
7.    Blok 7 : 192.168.1.192 255.255.255.224

 
8.    Blok 8 : 192.168.1.224 255.255.255.224

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share