Faktor Yang Membedakan IPv4 dengan IPv6

Perubahan signifikan terhadap system pengalamatan pada jaringan komputer tidak hanya sekedar ditandai dengan yang namanya versi 4 dan versi 6. Kenapa Versi 4 dan versi 6? sepertinya ada yang kelewatan? Ya, kemana IPv5, IP versi 5 memang ada tapi tidak pernah dipakai untuk umum, hanya untuk percobaan dan pengembangan saja.

Sekedar mengurangi kebingungan tentang IPv4 dan IPv6 maka saya akan coba membuatkan daftar yang berisi hal-hal pembeda kedua jenis IP tersebut.

1. Kapasitas produksi IP 
Keterbatasan jumlah IP adalah alasan utama dibuatnya IPv6. Ibarat pabrik, kapasitas produksi IPV4 tidak lagi mencukupi permintaaan konsumen sehingga harus dibangun satu pabrik lagi dengan kapasitas produksi yang jauh lebih besar. Pabrik tersebut adalah IPV6. IPv4 secara teori mampu menyiapkan total IP sebanyak 2^32 ( dua pangkat 32) atau setara dengan 4,294 miliar. Ingat, secara teori, karena prakteknya pasti kurang dari angka tersebut. IP Versi 6 sanggup menyiapkan alamat IP sebanyak 2^128 ( 2 pangkat 128) yang setara dengan 3,4 * 10^38 ( 3,4 dikali sepuluh pangkat 38 ), wow.

2. Format 
 Format IPv 4 adalah X.X.X.X Contoh: 192.168.1.10 subnetmask 255.255.255.0
Format IP v6 adalah X:X:X:X:X:X:X:X Contoh: 2001:0db8:3c4d:0012:0000:0000:1234:56ab Keterangan : 2001:0db8:3c4d adalah Global prefix, 0012 adalah subnetmask , 0000:0000:1234:56ab adalah alamat dari interface.
– IPv4 terdiri atau panjangnya 32 bit sedangkan IPv6 panjangnya 128 bit.
– Pada IPv4, IP dan subnetmask-nya ditulis terpisah sedangkan IPV6 digabung jadi satu.
– IP versi 6 ditulis dalam bentuk bilangan heksadesimal seperti pada MAC address: 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F sedangkan ip versi 4 ditulis dalam bilangan desimal biasa, dimulai dari angka 0 sampai 255
– Tiap bagian X pada IP v4 terdiri atas 8 bit, dipisahkan oleh tanda titik. Tiap bagian X pada ipv6 terdiri atas 16 bit, dipisahkan oleh tanda titik dua.

3. Jenis dan Class 
IP address versi 6 tidak mengenal yang namanya broadcast dan system class seperti pada IPv4. IP v6 masih mengenal yang namanya public dan private namun sedikit berbeda dengan IPV4.
Jenis-jenis IP versi 6
Unicast, Data yang dikirim dengan menggunakan alamat unicast selalu ditujukan ke satu interface tunggal.
Global unicast addresses, Global Unicast Address merupakan jenis ip v6 yang fungsinya sama dengan ip public pada ip versi 4. Global Unicast Address diawali dengan 2000::/3.
Link-local addresses, Fungsi jenis IPv6 ini sama dengan ip private pada versi 4, jenis ini hanya dipakai pada LAN. Link-local addresses ditandai dengan FE80::/10 pada bagian depannya.
Unique local addresses adalah jenis IP versi 6 yang tidak pakai sebagai ip public tetapi lebih mirip ip publik
Multicast, Multicast pada ip versi 6 prinsipnya sama seperti pada IPv4 yaitu ip address yang pemakaiannya untuk mengirim data dari satu interface ke beberapa interface. IP v6 multicast diawali dengan FF
Anycast, IP anycast mirip dengan multicast. Sebuah IPv6 anycast tujuannya ke beberapa interface tetapi hanya satu tujuannya saja yang benar-benar menerima paket tersebut yaitu interface yang paling dengan dengan si pengirim yang bakal menjadi tujuannya. Dengan kata lain anycast ditujukan ke beberapa tapi hanya satu tujuan yaitu yang paling dekat saja yang bisa menerima paket kiriman yang lain tidak.

4. Alamat khusus atau special address
Pada ip versi4 kita mengenal yang namanya local host, pada ipversi6 local host juga ada. Berikut alamat khusus pada IP V6:
– 0:0:0:0:0:0:0:0 atau 0:: sama dengan 0.0.0.0 pada IPv4
– 0:0:0:0:0:0:0:1 atau ::1 sama dengan 127.0.0.1 atau local host pada IPv4.
– 0:0:0:0:0:0:192.168.100.1 Penulisan IPv4 dalam lingkungan IPv6/IPv4 .
– 2000::/3 Global unicast address.
– FC00::/7 Unique local unicast.
– FE80::/10 Link-local unicast.
– FF00::/8 Multicast.
– 3FFF:FFFF::/32 Khusus untuk dokumentasi.
– 2001:0DB8::/32 Khusus untuk dokumentasi.
– 2002::/16 Digunakan dalam 6to4 tunneling.

Secara kasat mata perbedaan antara IPv6 dan IPv4 terlihat sangat jelas terutama format dan bentuk penulisannya. IPversi6, meski terlihat rumit namun para penggunanya tidak perlu repot-repot mengkonfigurnya karena IPv6 secara otomatis bisa mendeteksi DHCP server atau auto konfigur berdasarkan pada mac address dari interface network. Dengan IPversi6 yang tidak mengenal system broadcast maka efek negatif dari broadcast seperti yang dialami paad IPv4 tidak terjadi lagi. 

Share
Latest Comments
  1. ryan adhi September 30, 2013
  2. Yosef Arianto September 30, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share