IT Support, Pentingnya Pengetahuan Ilmu Listrik ( Electrical Knowledge ) #2

Di cerita pertama telah dikisahkan bagaimana pengetahuan dan pengalaman akan ilmu listrik, plus sedikit keberanian untuk bertindak bisa mengatasi problem teknis non IT yang terjadi saat implementasi di lapangan.
Baiklah, masih sekitar listrik dan IT, kali ini ceritanya tentang kabel listrik berserta simbol-simbolnya.
Begini kisahnya;

Suatu ketika, saya dan seorang rekan berkunjung ke lokasi pelanggan, teman yang satu ini terkenal sangat rapi, perfeksionis serta arogan. Misi kami kali ini adalah merapikan rak dan mengganti switch yang sudah lama terpakai dengan yang baru dan lebih banyak portnya.

Tiba di lokasi, si teman terlihat tidak suka dengan kondisi isi rak yang ada di ruang komunikasi kantor cabang itu. Kami pun pelan-pelan mulai merapikan, kondisinya benar-benar kacau. Switch, Hub, router, kabel jumper, kabel data, kabel listrik, tumpang tindih tidak karuan, senggol dikit pasti ada lampu indikator di swtich dan hub yang mati. Dan dari sekian banyak kabel itu hanya beberapa kabel saja yang ditandai, sisanya tidak tahu ke mana ujungnya.

Misi siap dituntaskan, ganti switch! Tapi tunggu dulu jaringan sedang dipakai apalagi usernya orang bank, gawat, asal main cabut duit orang bisa hilang. Ok kita tunggu dulu sampai jam istirahat siang, baru kita eksekusi( weiss gayanya ). Jam 12:10 terlihat konter teller dan cso sepi tidak ada orang.
Lanjut….. Switch lama dimatikan, secepat kilat RJ 45 berseliweran, pindah ke switch baru yang lebih besar ukurannya dengan jumlah port yang lebih banyak.

Ok beres, sekarang tinggal switchnya dimasukkan ke dalam rak. Begitu dimasukkan terlihat switch itu mengambil area yang cukup banyak alias boros tempat.
Masalahnya ada pada kabel power yang tidak bisa ditekuk rata pada bagian colokannya.
Sang perfeksionis nan arogan terlihat sedikit berpikir, sesaat kemudian muncul ide briliannya. “Bagaimana kalau kita potong kabelnya dibagian yang bisa ditekuk kemudian kita solder langsung dikonektor yang ada di switch”. Mantap juga sih.

Ok sekarang kita fallback dulu. Switch lama kita pasang lagi. Si teman segera beraksi, kabel dipotong, ternyata ada tiga kabel, hitam, biru dan kuning warnanya, solder sudah dipanaskan, siap untuk beraksi.

Tiba-tiba si manusia sempurna kembali merenung, “ waduh apalagi sih!!” Kurang lebih 5 menit lamanya, saya memutuskan untuk bertanya;
 “Ada apa, bos?? “Jawabannya sedikit ngeles, “gak pa-pa, cuma ini posisi kabel-kabelnya gimana ya, warna hitam koneknya sama yang mana, terus yang biru sama kuning tuh disolder ke mana ya” . “ kena lu, maka nya jangan sok tahu”. Saya lalu berpikir, mengingat kembali pelajaran jaman kuliah dulu (maklum saya sarjana elektro arus kuat, tapi terjun ke dunia IT).

Nah ini dia, “ hei bos, setahu gw kalo kabel warna hitam atau merah biasanya kabel fasa, kabel fasa itu kabel yang ada alirannya listriknya( kira-kira begitu ), coba tes pake tes pen” “ Nyala nih” kata si teman. Ok berarti itu kabel fasa. Fasa listrik biasanya diwakilkan oleh tulisan R, S dan T (RST) ada juga yang menggunakan huruf L. Kabel biru adalah kabel untuk netral yang diwakilkan dengan huruf N, sedangkan yang kuning atau belang ( warna kuning dan hijau pada satu kable) itu berarti kabel grounding yang diwakilkan oleh simbol grounding. Sekarang kita cek konektor kabel di switch ada gak tulisan dan simbol-simbol tadi. Oh ternyata ada dan sama persis seperti diteorinya. Ok. Lanjut ….

Dalam waktu singkat semuanya beres. Rak terlihat sedikit kosong, kabel-kabel tidak terlalu berhimpitan seperti sebelumnya. Semuanya berjalan sempurna sesuai rencana.

Pelajaran kali ini adalah warna kabel listrik memiliki arti teknis yang penting, bukan asal diwarnai, dan itu diatur oleh badan standar internasional. Sehebat apapun ide anda tapi tidak disertai dengan pengetahuan yang cukup maka akan sia-sia.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share