Tantangan Yang Mesti Dihadapai Seorang IT Support Untuk Mengembangkan Karir

Bagi yang baru mulai berkarir di dunia IT Support, banyak tantangan yang mesti dihadapi untuk meningkatkan performa dan pengembangan karir anda.Tantangan Yang Mesti Dihadapai Seorang IT Support Untuk Mengembangkan Karir

Berikut adalah tantangan yang mesti kita hadapi jika ingin sukses di dunia IT support:

  1. Mempunyai inisiatif lebih

Menarwarkan untuk membantu senior melakukan sebuah pekerjaan bukan tindakan cari muka selama niat kita benar-benar untuk membantu dan belajar.

Tidak perlu memikirkan prasangka orang terhadap tindakan kita, pastikan bahwa tindakan yang kita lakukan adalah benar-benar untuk mengembangkan kemampuan dan skil kita.

Sebagai senior saya sangat tidak menyukai junior yang tidak punya inisiatif dan hanya menunggu untuk diperintah.

Dengan inisiatif duluan maka senior pun akan menghargai kita dan tidak segan-segan untuk berbagi pengetahuan mereka kepada kita.

Dari sudut pandang senior, biasanya mereka akan senang karena bantuannya datang dari orang yang berinisiatif duluan.

  1. Membaca dan memahami dengan baik manual book yang ada

Berdasarkan pengalaman pribadi saya selama ini, biasanya para IT support itu jarang, ogah-ogahan, tidak secara detail memahami isi manual dan malas untuk membaca kembali untuk dipelajasi secara seksama manual book, konfigurasi jaringan, SOP atau apapun yang terkait dengan teknikal dokumentasi.

Mereka lebih senang membaca sekilas dan mencoba hands on langsung terlebih dahulu, jika ada masalah baru baca manual dan mencari-cari kesalahannya di mana.

Cara ini adalah cara yang keliru karena hanya membuang-buang waktu; Kita harus melakukan dua kali pekerjaan, di mana kita harus mengulang kembali dari awal jika terjadi kesalahan atau system atau aplikasi yang kita pasang tidak berjalan semestinya.

Sebagai contoh adalah system data base SQL akan menyimpan nama server kita ketika digunakan sebagai database aplikasi yang akan kita pasang. Biasanya para IT support akan memasang aplikasi database terlebih dahulu kemudian baru memberi nama server sesuai dengan yang berlaku setelah database terpasang.

Biasanya system tidak akan berfungsi atau berjalan karena penamaan server yang berubah tersebut. Jika anda belum berpengalaman sebaiknya jangan meniru cara-cara seperti ini, bahkan IT support yang berpengalaman sekalipun sering kesulitan mencari akar dari problem yang ada, yang ternyata disebabkan oleh kesalahan saat awal mula proses instalasi.

Jika anda yang baru bergabung dalam dunia IT support sebaiknya tidak mengulang kesalahan yang sama, alasannya jelas karena setiap manual book, SOP, dan dokumentasi sudah dibuat dengan maksud dan tujuan adalah untuk mempermudah proses instalasi dan perbaikan system yang ada.

Dan yang membuat manual dokumentasi tersebut ilmunya sudah tinggi dan sudah sangat pengalaman sehingga kita yang masih tidak perlu mengalami hal kesulitan-kesulitan seperti yang dialami senior kita.

  1. Bertanya dengan pertanyaan yang berbobot.

Pernah dengar instilah Read On The Fucking Manual, ya kalau anda belum tidak paham tentang pekerjaan yang sedang anda hadapi maka bertanyalah.

Akan tetapi pertanyaan yang anda tanyakan sebaiknya mencerminkan bahwa anda itu adalah karyawan yang professional. Bagaimana caranya biar pertanyaan yang diajukan mencerminkan professionalism seorang karyawan dan berkesan di mata senior?

Caranya adalah sebelum bertanya anda wajib membaca dan memahami semua manual book atau dokumentasi teknis yang ada.

Kalau pertanyaan yang anda ajukan ternyata jawaban dan penjelasannya ada pada manual book maka anda pasti akan disuruh baca manual dulu dan tentunya hal tersebut memberikan kesan yang kurang baik.

Bertanyalah dengan pertanyaan yang didasari oleh penjelasan yang ada pada manual, di mana setelah kita baca ternyata ada yang tidak dijelaskan dalam manual atau penjelasannya kurang detail.

  1. Datanglah lebih awal dan Jangan pulang tepat waktu

Datang lebih awal membuat kita lebih rileks dalam menjalanka tugas kita, dan jika terjadi masalah ketika kita tiba di kantor sebelum karyawan atau user tiba maka kondisi ini akan memberikan kepercayaan diri kita meningkat dalam melakukan pemecahan masalah.

Pulang tepat waktu memberi kesan kita adalah IT support yang tidak siap untuk bekerja di luar jam kerja. Bekerja di luar jam kerja jika terjadi masalah atau sekedar memastikan semua user sudah selesai menjalankan tugasnya akan memberikan kesan bahwa kita sangat peduli dan bertanggung jawab atas system IT yang ada di kantor kita.

  1. Jangan Pernah menunda-nunda untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada kita

Semakin lama kita nenunda untuk menyelesaikan tugas kita maka semakin redup karir kita, kualitas seorang IT support terletak pada seberapa cepat dia menyelesaikan suatu masalah. Tidak peduli masalah itu sudah anda kuasai atau belum, yang ada dalam pikiran user atau pengguna komputer adalah secepatnya menyelesaikan tugas mereka dengan baik.

Kalau anda sudah kuasai masalah tersebut segera selesaikan hari itu juga, jika anda merasa tidak sanggup, segera secepatnya untuk memberitahukan kepada atasan atau senior tentang masalah yang anda hadapi, mereka pasti akan memberikan pencerahan yang dapat membantu anda menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

  1. Buat rencana kerja secara tertulis menurut versi sendiri berdasarkan manual yang ada

Kalau anda merasa manual yang dibuat terlalu panjang dan susah untuk dihafalkan maka buatlah rangkumannya atau garis besarnya saja agar tidak perlu selalu membuka manual.

Buatlah semacam cek list pekerjaan yang nanti anda kerjakan agar tidak bagian yang terlewatkan.

  1. Buatlah dokumentasi problem atau hal-hal penting yang pernah anda alami sebelumnya

Dalam dunia IT support dokumentasi itu sangatlah penting, terutama dokumentasi terkait problem yang pernah terjadi. Hal ini disebabkan karena problem yang sama akan berulang kembali di kemudian hari.

Dengan adanya dokumentasi problem yang baik maka kita tidak perlu repot-repot mencari akar masalah penyebabnya; Cukup dengan melihat dokumentasi yang ada maka problem tersebut cepat teratasi.

  1. Teruslah belajar

Jangan pernah merasa cukup dengan pengalaman dan ilmu yang anda miliki, teruslah belajar dan mengasah diri anda. Belajar tidak hanya dari buku saja, cobalah untuk mengikuti kursus dan sertifikasi, berdiskusi dengan senior dan teman, membaca artikel dari internet atau dari mana saja.

Bila perlu jangan hanya terpaku pada dunia IT Support saja coba pelajari tentang programmer, database, dunia listrik, UPS, Genset, system komunikasi data, line telepon, PABX dan sebagainya.

Semoga berguna.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share