Bingung Dengan Komputer Rakitan

Beberapa waktu yang lalu PC hasil rakitan saya sudah berhasil menyala, On, tetapi lama-lama terasa ada yang kurang oke dengan PC tersebut. Beberapa hal dan rasa galau kemudian datang menghadang dan sampai saat ini sulit untuk memutuskan mana yang lebih penting, yang ini atau yang itu, lebih baik mana, ini atau itu. Masalah sebenarnya adalah komponen tambahan apa saja yang mesti dibeli untuk menambah kepuasan menggunakan PC tersebut. Kalau punya banyak uang atau dana lebih mungkin semua sudah saya borong dari kemarin-kemarin dan posting ini mungkin tidak akan tampil di norisanto.com.

Beberapa komponen atau peripheral yang terasa cukup penting untuk diupgrade atau dibeli adalah sebagai berikut:

1.    Speaker active untuk sound system
Speaker penting tapi kalau dilihat dari efeknya terhadap performa atau kinerja processor, rasanya tidak ada. Mungkin untuk menambah keasikan berkomputer, iya. Terus yang menjadi dilema adalah speaker seperti apa yang pas, pas harganya, pas kualitasnya ( syukur2 kalau kualitasnya lebih dari harganya, hehehe ). Seorang teman penggemar berat audio sistem,menyarankan untuk kelas home theater sebaiknya menggunakan spekear merk Thonet Vander atau DBE SP 77, kalau lihat di Bhineka.com banyak yang membuat testimoni bagus terhadap speaker Logitech. Jadi gimana? Secara harga Logitech lebih murah, secara kualitas Thonet Vender dan DBE sudah tidak diragukan.
Dari hati terdalam saya lebih tertarik dengan Thonet Vender tapi tipe yang bagus harganya 1,2 juta. Tapi testimony di forum-forum dikatakan bahwa untuk pasaran harga 500 ribu lebih baik pilih DBE SP 77. Ok Speaker sudah oke, tapi mikir lagi kalo beli speaker,  pcnya jadi lebih kencang gak? Kagak. Yaaa.. terus beli apa dong, yang bisa bikin pc tambah kencang? Ya paling ganti processor? Apa? Orang baru beli disuruh ganti? Ya upgrade memori-nya dong. Iya sih

2.    Upgrade Memori
Soal Memory RAM kalo diturutin maunya, sekali beli, bisa abis jatah makan siang sebulan. Memory sudah 4 GB, dual channel, merknya corsair pula. Katanya memory itu kalo bisa cari yang speknya mendekati frekuensi processor, artinya kalo sudah punya memory dengan spek 1600 MHz maka sebainknya di-upgrade yang lebih tinggi lagi. Buset… Bingung juga.. ternyata ternyata urusan teknologi yang satu ini memang tidak ada habis-habisnya.
Tapi saya kemudian cepat tersadar bahwa semua itu belumlah penting, toh aplikasi yang saya gunakan adalah aplikasi biasa-biasa saja, office dan sebagainya, di mana kalo pakai memory yang sudah terbeli, sudah sangat bagus performancenya, untuk saat ini belum perlulah diupgrade.
Ada lagi godaan, bagaimana kalau nanti dipakai untuk main game yang lagi trend dan butuh memory besar, ah itu sih masih cukup tidak ada masalah , yang jadi soal-soal kalo main game biasanya itu aplikasi yang cukup berat dan bikin processor cepat panas, nah biar processor tidak kepanasan maka perangkat berikut ini solusinya.

3.    HSF atau Heat Sink Fan Untuk Processor.
Ketika membeli processor, HSF atau heast sink fan sudah termasuk namun performance dari HSF bawaan tersebut biasanya kurang bagus, dengan menggunakan software monitoring bisa terlihat berapa suhu dari processor. Processor AMD biasanya lebih cepat panas dari processor Intel untuk itu prioritas berikutnya setelah komputer rakitan jadi adalah mengupgrade HSF.
HSF harusnya menjadi prioritas utama dibanding memory dan speaker. Yang jadi masalah adalah merk dan jenis HSF apa yang bagus.
Ada dua jenis pendingin yang berbasiskan Udara (air cooler) atau pendingin udara dan menggunakan cairan, selama melakukan cross cek dan banding sana-sini, banyak yang merekomendasikan merk Cooler Master,  typenya macam-macam dan sangat membingungkan. Terutama dalam soal harga, harganya berbeda tipis antara type dan merk.
Ada satu merk yang menurut saya cukup oke, arctic cooling type freezer pro tapi barangnya tidak tersedia di toko-toko mangga dua.
Pertimbangan lainnya dalam membeli HSF adalah dimensi HSF, biasanya HSF branded, non bawaan, dimensinya jauh lebih besar dari HSF bawaan yang didapat saat kita membeli processor. Saya hampir-hampir terlena ketika memutuskan untuk membeli sebuah HSF, kenapa? Ternyata HSF tersebut tidak bisa muat di Casing atau terhalang RAM, kebesaran.
Kecewa, terpaksa cari lagi spek yang lain dan sampai sekarang masih masih terus menanti sampai HSF idaman tersedia di toko. 

4.    VGA card
Mengupgrade VGA card adalah godaan terbesar bagi semua pengguna komputer, makin tinggi speknya makin oke tampilan grafisnya. Akan tetapi dilemanya kembali kepada masalah klasik, dana. VGA card harganya sangat mahal, mau dibilang butuh ya butuh tapi apakah jadi prioritas utama? Rasanya tidak, kita masih bisa menggunakan komputer dengan VGA bawaan yang integrated dengan Mobo atau Processor. Buat saya upgrade VGA adalah prioritas terakhir, jika tiga item di atas sudah terpuaskan baru upgrade VGA. Tapi jika VGA diupgrade maka ada satu device lagi yang mesti ikut diupgrade juga, monitor. Hmmm, Rasanya tidak akan ada habis-habisnya.

Bagaimana dengan anda? Tanyakan pada diri anda, mana yang menjadi prioritas utama, berusahalah untuk jujur pada diri sendiri, jangan terpengaruh dengan komputer orang lain, bersyukur sajalah kalau komputer anda masih bisa dipakai.

Sumber gambar: ginnerobot 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share