Tips Menghitung Pemakaian Listrik Rumah Tangga

Banyak komentar dalam blog ini yang menanyakan ke saya tentang berapa besar pemakaian daya listrik di rumah mereka dan kira-kira berapa nilai rupiah yang harus mereka bayarkan kepada PLN atas pemakaian tersebut.

Saya sebenarnya ingin menjawab semua pertanyaan tersebut namun lama kelamaan saya enggan menjawabnya karena mereka sepertinya ingin mendapatkan jawaban langsung tanpa mau bersusah panyah untuk menghitungnya.

Dalam posting saya sebelumnya tentang daya peralatan listrik yang biasa dipakai di rumah tangga, Klik di sini untuk melihat berapa besar daya listrik yang dipakai pada tiap-tiap perlatan listrik rumah tangga, dinyatakan soal berapa kira-kira daya listrik yang kita konsumsi jika memakai peralatan tersebut.

Untuk posting kali ini, saya ingin memberikan tips atau petunjuk tentang bagimana menghitung daya listrik terpakai pada rumah kita.

1. Pastikan dan buat daftar peralatan listrik apa saja yang dipakai selama satu bulan penuh.

Daftar ini akan memberikan kita gambaran tentang perangkat listrik apa saja yang sudah kita gunakan selama satu bulan penuh.
Mengapa satu bulan? Karena tagihan listrik kita adalah satu bulan bukan harian.

2. Buatlah daftar pemakaian peralatan listrik tersebut setiap harinya selama satu bulan.

Biasanya kita hanya membuat rata-rata pemakaian listrik perhari, namun jika kita benar-benar niat untuk mengetahui secara detail berapa besar pemakaian listrik di rumah maka kita harus mendatanya secara lengkap tiap harinya.

Berapa lama rice cooker dipakai untuk memasak? Berapa setrika dipakai untuk menggosok pakaian? Berapa lama AC dipakai setiap harinya.
Hanya dengan cara ini kita bisa mengetahui seberapa besar listrik yang dikonsumsi selama sebulan penuh.

3. Pastikan tidak ada pencurian listrik dari sambungan kabel listrik milik kita

Caranya adalah dengan mematikan semua peralatan listrik dan mengecek apakah meteran listrik berputar atau tidak atau indikasi lain yang memperlihatkan adanya pemakaian listrik.

Lakukan pengecekan ini pada jam-jam tertentu dan juga hari-hari tertentu, biasanya ketika kondisi rumah sedang sepi.

4. Cek semua stop kontak, pastikan tidak ada yang kondisi nya kendor

Kondisi stop kontak yang kendur akan membuatnya sering bergerak-gerak ketika dicolok atau dicabut kabel dari stopkontak tersebut, kondisi yang seperti itu akan membuat sambungan kabel didalamnya bisa ikut longgar, kondisi ini dapat menyebabkan percikan bunga-bunga api yang dapat menguras pemakaian konsumsi listrik.

5. Tentukan peralatan listrik mulai dari yang paling tinggi daya listrik nya sampai yang terkecil.

Jangan menganggap remeh peralatan listrik yang kecil-kecil, pemakaian yang sering-sering akan membuat konsumsi listrik menjadi besar.

6. Pastikan anda termasuk pelanggan listrik PLN golongan berapa

Karena tarif dasar listrik berbeda tiap golongan pelanggan maka kita mesti pastikan kita termasuk dalam pelanggan golongan mana.

Setelah tahu golongan maka kita pastinya bisa memperkirakan berapa tagihan listrik yang mesti kita bayar. Karena perkiran tagihan listrik itu pastinya tidak jauh berbeda dengan jumlah KWH pemakaian dikalikan dengan tarif dasar listrik ( berdasarkan golongan, tiap golongan beda-beda nilainya) dan ditambah dengan biaya abondement pelanggan.

7. Bandingkan hasil perhitungan yang anda buat dengan yang tertera di meteran listrik.

Jika nilainya tidak jauh berbeda maka anda sudah cukup akurat melakukan pendataan dan perhitungan, namun jika selisihnya jauh berbeda maka mesti dicek kembali pada spesifikasi perangakat listrik tersebut, berapa nilai konsumsi daya listrik yang sebenarnya.

Atau mungkin ada pemakaian yang terlewatkan oleh kita, jangan terburu-buru menyalahkan pihak lain mungkin kita yang tidak teliti mencatat atau menghitungnya.

Semoga berguna.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share