Update Terkini Tentang Naik KRL Jabodetabek

Sudah 5 tahun naik KRL Bekasi Jakarta, banyak sekali perubahan yang terjadi, dalam tulisan ini, akan saya coba satu persatu menguraikan dan menjelaskan sejelas-jelasnya tentang apa saja perubahan yang terjadi pada layanan PT Kereta Api Indonesia melalui anak perusahaannya PT KAI Communter Jabodetabek…

PS: Jika ada salah dalam penulisan nama perusahaan, mohon dimaklumi, saya sendiri agak kurang paham dengan struktur organisasi dari PT KAI.

Kita mulai saja ya pembahasannya….

  1. Waktu pertama kali menggunakan tiket elektronik, sekitar bulan Juni 2013, antrian di stasiun untuk mendapatkan tiket sangat panjang dan lama, kurang lebih 40 menit.

Awal naik kereta KRL itu langsung diberi kesan bahwa memang tidak ada moda transportasi umum yang dapat mengalahkan macetnya jalanan ibukota.

Seminggu kemudian, ada harapan bahwa ternyata antrian panjang itu Cuma terjadi di hari pertama, selanjutkan sudah tidak ada lagi masalah.

Malah sudah ada tiket multi trip yang dapat dipakai untuk lebih dari satu kali perjalanan.

  1. Desak-desakan

3 tahun pertama naik KRL, berdesak-desakan dalam kereta itu merupakan sesuatu yang wajar. Tapi sekarang sudah jauh berkurang meski masih sekali-sekali terjadi..

Malah sekarang, kalau berangkat pagi dari Bekasi ke arah Manggarai- Kota, kita bisa mendapatkan tempat duduk dengan mudah, tidak perlu rebutan…

Sekarang dari Bekasi ke arah Jakarta Kota atau sebaliknya sudah tidak dilayani Rangkaian KRL yang terdiri atas 8 kereta, selalu dilayani oleh rangkaian KRL dengan 10 atau 12 kereta, kalau arah Cikarang masih ada rangkaian KRL 8 kereta. Inilah yang menyebabkan berkurangnya kepadatan penumpang di dalam kereta.

Jauh berbeda dengan kondisi dulu, hampir tidak pernah kebagian tempat duduk, kecuali benar-benar niat.

  1. Sudirman – Manggarai, Lancar Jaya

Dulu, rute Sudirman – Manggarai itu sangat mengerikan waktu tempuhnya, saya pernah merasakan tertahan selama 1 jam lebih ketika akan memasuki stasiun Manggarai dari arah Sudirman…

Waktu itu penumpang sudah nekat untuk membuka pintu dan turun dari kereta lalu jalan di rel kereta menuju St Manggarai. Niat itu akhirnya batal karena kereta akhirnya kembali berjalan.

Sekarang sudah tidak ada lagi cerita seperti itu,  Sudirman Manggarai itu paling lama ditempuh dalam waktu hanya 10 menit, rata-rata cuma 5 menit.

  1. Manggarai –Bekasi masih berjubel penumpang

Khabar baik buat anda yang tinggal di Depok dan Bogor, kereta anda dari Manggarai hampir tiap menit selalu tersedia ( lebai gak sih tiap menit, ya paling kurang 3-5 menit lah).

Coba bandingkan dengan kereta tujuan Bekasi, kalo ke Bekasi dari Manggarai pada saat sore jam 6 sampai jam 8 malam itu biasanya lama nunggu keretanya, begitu kereta datang penumpangnya sudah membludak, saran saya sebaiknya anda tidak ikut mencoba untuk naik, karena kalau pun bisa naik tapi desak-desakannya sangat tidak nyaman.

Saran saya jika anda menghadapi situasi ini, sebaiknya tunggu kereta berikutnya. Atau tunggu di jalur 2, kereta feeder yang Cuma sampai St manggarai dan kembali ke St Bekasi. Nah kalau lagi sepi, maka anda mungkin beruntung dapat duduk..

  1. Stasiun manggarai sedang direnovasi total

Banyak sekali perubahan pada stasiun Manggarai, jalur 5 dan 6 sudah dibongkar dan direnovasi.. Saat ini kedua jalur tersebut tidak lagi dilewati kereta, sebagi gantinya dipindah ke jalur 8 dan 10… Apa??? ada jalur 8 dan 10? Iya bro, jalur 9-nya dipakai kereta RLink Bandara…. Jadi jalur 8 dan 10 itu khusus yang buat arah ke Depok dan Bogor.

  1. Stasiun Jatinegara juga direnov

Sama seperti Manggarai st Jatinegara juga sedang mengalami renovasi total, meskipun tidak terlalu banyak perubahan terkait naik turun penumpang KRL namun informasi terbaru-nya adalah jika kereta KRL dari Arah timur ( dari arah Bekasi ) yang masuk di jalur 2, maka pintu yang terbuka hanya pintu sebelah kiri, biasanya pintu kiri dan kanan dibuka, sekarang sudah tidak lagi.

  1. Dalam 5 tahun cuma terjadi satu kali kenaikan tarif KRL

Ini bukan kampaye, ini kenyataan.. Selama naik KRL baru terjadi satu kali kenaikan tarif. Biasanya dari Bekasi ke Tanah Abang 2 Ribu rupiah, dinaikan menjadi 3 ribu rupiah…. Hmmm gak sia-sia juga ya bayar pajak.

  1. Sudah jarang terjadi gangguan yang menyebabkan keterlambatan yang lama

Iya sudah jarang tapi telat 10 – 15 menit masih sering terjadi, apalagi yang jurusan Bekasi. Harapannya lebih diperbaiki lagi.

Kesimpulannya, KRL sudah cukup baik, ada progress atau perkembangan atau niat dari manajemen PT KAI untuk melakukan perbaikan dan terus berbenah..

Semoga ke depannya Kereta KRL semakin baik, baik itu pelayanannya dan juga fasilitas pendukungnya.

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share