Waspadai Pemakaian Hape Oleh Anak Sekolah Di Malam Hari

Banyak orang tua yang tidak sadar dan tidak tahu bahwa anak-anak mereka yang berusia 10 sampai 18 tahun secara diam-diam melihat dan mengecek hape mereka di malam hari. Di mana pada jam tersebut seharusnya mereka tidur dan beristirahat untuk mempersiapkan diri ke sekolah besok.waspadai-pemakaian-hape-oleh-anak-sekolah-di-malam-hari

Berikut adalah hal yang mesti diwapadai oleh orang tua terhadap pemakaian ponsel dan tablet oleh anak-anak remaja ABG pada malam hari:

  • perhatikan hasil survey terhadap pemakaian ponsel di jam tidur
  • apa saja yang membuat anak-anak remaja itu ketagihan dengan hape mereka saat malam hari
  • apa saja tips bagi orang tua untuk menghindarkan anak menggunakan hape di malam hari yang dapat mengganggu waktu tidur mereka.
  • Fakta dan anjuran para pemerhati penyalahgunaan Tekno Digital

1. Survey membuktikan

Sebuah survey di Inggris berhasil mengungkapkan apa saja kebiasaan yang dilakukan para remaja tanggung berusia 11 sampai 18 tahun di saat jam tidur malam dengan hape smartphone.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Digital Awareness UK (DAUK) dan Konferensi Para Kepala Sekolah United Kingdom ( UK ) terhadap 2750 remaja usia 11 sampai 18 tahun, ditemukan bahwa 1 di antara 10 orang remaja tersebut, setiap malamnya selalu melihat dan mengecek hape mereka. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah dalam semalam mereka bisa melakukan sebanyak 10 kali.

Organisasi Digital Awareness UK memperingatkan penggunaan hape di malam hari akan membuat para remaja yang harus ke sekolah besoknya, akan mengalami kelelahan dan tidak mampu untuk berkonsentrasi saat berada di dalam kelas.

Mereka merekomendasikan agar para remaja yang sering menggunakan hape di saat waktu tidur malam untuk melakukan digital Detox dengan cara tidak menggunakan perangkat mobile 90 menit sebelum tidur dan tidak membawa hape ke dalam kamar tidur.

2. Apa yang membuat anak remaja ketagihan mengecek ponsel mereka setiap malam

45 persen dari total responden yang disurvey menyatakan bahwa alasan yang membuat mereka harus mengecek hape mereka setiap malam adalah karena sosial media, sekitar 94 persen.

Beberapa responder menambahkan bahwa mereka bisa stress jika tidak membuka, melihat ponsel mereka sekedar untuk mengecek sosial media.

75 persen dari kelompok yang selalu mengecek hape di jam tidur mengatakan bahwa mereka membuka hape untuk mendengarkan musik. Dan 57 persennya mengaku menonton film dari hape mereka.

3. Tanpa sepengetahuan orang tua

32 persen dari para remaja tersebut mengatakan bahwa orang tua mereka tidak sadar bahwa anak-anak mereka selalu mengecek hape mereka setiap malam saat jam tidur.

4. Pengakuan dan fakta mengejutkan

Orang tua sebaiknya mulai peduli dengan prilaku anak-anak mereka di jam tidur malam. Survey ini juga menemukan fakta lain di antaranya:

– 68% dari seluruh responden mengatakan bahwa akibat menggunakan perangkat mobile di malam hari besoknya dapat mempengaruhi kegiatan belajar di sekolah.

– Seperempat dari responder mengatakan mereka merasa lelah di siang hari karena sering menggunakan perangkat mobile mereka di jam tidur.

– Sekitar 42 persen responder mangaku membiarkan hape smarphone mereka di samping tempat tidur mereka sepanjang malam.

5. Tips yang perlu diketahui oleh para orang tua terkait dengan pemakaian hape dan gadget.

Digital Awarenes UK, memberikan 10 tips berikut terkait dengan pemakaian hape, tablet dan gadget lainnya.

a. 90 menit sebelum tidur anak-anak dan remaja harus bisa menahan diri untuk tidak menggunakan hape.

b. Menonaktifkan pemberitahuan atau notifikasi pada hape, atau mengaktifkan fitur “jangan diganggu atau don’t disturb”, dan juga mode “air plane”, mengatur mode silence atau pengaturan bisu.

c. Kalau perlu, matikan telepon sama sekali.

d. Mengurangi paparan radiasi dari sinar ponsel yang dapat mengganggu tidur.

e. Mencoba dan menghentikan kebiasaan mengecek perangkat

f. Simpanlah ponsel di lokasi yang tidak terlihat, tidak terdengar atau tidak dapat diambil.

g. Gunakan aplilkasi timer yang dapat mengecek berapa lama pemakaian hape dan memberikan peringatan dan bahkan memblokir akses penggunanya setelah waktu pemakaian habis.

h. Digital Detox,DD, DD itu adalah keadaaan di mana seseorang benar-benar terbebas dari penggunaan perangkat digital seperti smartphone dan tablet.

i. Ganti kebiasaan anak sebelum tidur, seperti membaca buku dan latihan meditasi.

j. Review ulang, coba pikirkan kembali tentang alasan mengapa kita menggunakan perangkat mobile di malam hari, rasanya tidak ada hal penting yang mendesak yang membuat kita sampai harus menggunakan ponsel dan kehilangan jam tidur kita.

Menurut Charlotte Robertson, salah satu pendiri Digital Awarness UK, “Salah satu topic terbesar yang terkait dengan persoalan ini adalah keterlibatan pada sosial media yang berlebihan, dan pengaruhnya terhadap kesehatan fisik dan emosional. “

Charlotte Robertson menambahkan bahwa:

“Banyak dari mereka (anak-anak) yang bangun tidur dan menemukan ada lebih dari 100 notifikasi percakapan atau chat yang terjadi semalam yang terlewatkan oleh mereka”

“Mereka ingin menjadi orang yang dapat merespon pada pukul 01:00, hal itu akan memberikan kesan keren di antara sesama rekan sosmed mereka, respon cepat itu juga untuk memastikan mereka paham dengan lelucon di sosmed tersebut.

“Kekhawatiran dan kecemasan untuk segera mungkin mengetahui apa paling baru yang terjadi di sosmed merupakan dorongan atau motivasi terbesar untuk terus menggunakan hape”.

Ketua HMC Mike Buchanan mengatakan: “Data menunjukkan orang-orang yang memeriksa ponsel mereka, sebagian besar didorong oleh perasaan tidak mau ketinggalan.”

Lanjut Mike: 

” Jelas bahwa ketika anak-anak hilang konsentrasinya karena lelah, ini merupakan dampak dari usaha mereka untuk selalu bersaing atas tuntutan untuk tidak ketinggalan. Inilah keinginan agar selalu mendapatkan tempat atau diakui di kelompoknya “

“Semua hal mengerikan yang terjadi pada anak remaja tersebut yang sangat membuat kita kesal dan gregetan, bukanlah karena teknologi ”.

“Masalah di atas haruslah dilihat secara realistis janganlah menghakimi teknologi, marilah kita gunakan teknologi dan pemanfaatannya secara benar dan positif.”

Sumber: BBC.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share